Sistem Islam Dan Integrasi Sosial Yang - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, March 6, 2021

Sistem Islam Dan Integrasi Sosial Yang


Adam Syailindra (Koordinator FASA)

Berbagai kerusuhan massa dan konflik sosial dalam sistem demokrasi kerap terjadi. Dalam konflik yang terjadi pada akhirnya masyarakatlah yang dirugikan dan harus menanggung derita. Sayangnya, konflik-konflik tak jarang dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan politik tertentu. Atau setidaknya menguntungkan bagi kepentingan politik kelompok tertentu. Bahkan tidak jarang konflik terjadi demi kepentingan asing. Tentu bukan sebuah kebetulan kalau di beberapa daerah yang kerap mengalami kerusuhan terdapat kelompok-kolompok separatis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia, seperti di Papua dan Maluku.

Dalam berbagai kasus , umat Islam sering kali justru mengalami diskriminasi . Meskipun menjadi korban, justru umat Islam kerap disalahkan dan dijadikan kambing hitam. Umat Islam harus mengerti bahwa seperti inilah situasi yang akan terus dialami umat Islam bila hidup di dalam sistem sekuler terutama di daerah-daerah yang secara demografis relatif sama dengan non Muslim.

Oleh karena itu sangat penting bagi umat memiliki kesadaran politik dan ideologi agar tidak termakan oleh provokasi dan rekayasa yang mengantarkan pada terjadinya konflik di masyarakat. Kesadaran semacam itu hanya akan dimiliki umat ketika umat menjadikan Islam sebagai ideologinya dan menjadikan politik Islam yang berporos pada pemeliharaan urusan umat sebagai tolok ukur dalam menilai dan memandang perpolitikan yang ada.

Hanya saja kalau umat Islam itu diserang, itu persoalan lain. Kalau hal itu yang terjadi tentu saja tidak ada pilihan lain bagi umat Islam kecuali umat Islam harus mempertahankan diri dengan jihad seperti halnya yang pernah terjadi pada tahun 1999 di Ambon .

Berbagai kerusuhan massa dan konflik sosial dalam sistem demokrasi yang terjadi membuktikan bahwa sistem yang ada telah gagal melindungi masyarakat dan membangun integrasi sosial.

Hanya sistem Islamlah yang mampu melakukan hal itu. Telah terbukti dalam sejarah Islam mampu melebur masyarakat dan membangun intergrasi sosial dalam masyarakat yang heterogen.

Dalam membangun integrasi sosial, diantaranya Islam telah menghilangkan sekat perbedaan di antara manusia karena ikatan primordial, ashabiyah, suku bangsa, warna kulit, bahasa, jenis kelamin, dsb. Islam memandang bahwa ikatan semacam itu adalah ikatan jahiliyah yang menyebabkan kesengsaraan bagi umat manusia dan harus ditanggalkan.

Sebagai gantinya, Islam menempatkan akidah sebagai pemersatu umat manusia. Dari sinilah terbangun ikatan ukhuwah Islamiyah dengan landasan keimanan. Perwujudan dari ukhuwah Islamiyah itu adalah adanya syariat untuk menjaga kehormatan dan keamanan sesama muslim. Haram hukumnya bagi muslim untuk menyebarkan fitnah, menghasut apalagi menyerang dan merusak harta dan jiwa saudaranya. Mengancam keselamatan sesama muslim apalagi sampai membunuhnya adalah perbuatan yang tercela. Oleh karena itu konflik horisontal yang sekarang kerap terjadi di antara sesama muslim, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan oleh Islam dan tidak boleh terjadi.

Ikatan Islam ini tidak saja menjaga kehormatan sesama muslim, tapi juga melindungi non muslim yang bergabung dalam masyarakat Islam sebagai kafir dzimmi. Kaedah syara’ mengatakan bahwa kafir dzimmi memiliki hak dan kewajiban setara dengan kaum muslim secara adil. Bahkan Nabi saw. mengancam siapa saja yang menyakiti seorang kafir dzimmi. Sabda beliau:

« أَلاَ مَنْ ظَلَمَ مُعَاهِدًا أَوِ انْتَقَصَهُ أَوْ كَلَّفَهُ فَوْقَ طَاقَتِهِ أَوْ أَخَذَ مِنْهُ شَيْئًا بِغَيْرِ طِيبِ نَفْسٍ فَأَنَا حَجِيجُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ »

Siapa yang menzalimi muahid atau tidak adil tehadapnya atau membebaninya diatas kemampuannya atau mengambil sesuatu tanpa kerelaannya maka aku akan memperkarakannya pada hari Kiamat (HR. Abu Dawud)

Disamping itu Islam memperlakukan semua warga sama di depan hukum. Islam juga mengharuskan ketegasan dan keadilan dalam menerapkan hukum. Karena perlakuan tak sama di depan hukum akan menghancurkan masyarakat. Rasul bersabda:

« فَإِنَّمَا أَهْلَكَ النَّاسَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمِ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ، وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا »

Sesungguhnya binasanya orang-orang sebelum kalian karena jika orang mulia ditengah mereka mencuri, mereka biarkan, sebaliknya jika orang lemah mencuri, mereka terapkan hukuman atasnya. Demi Zat yang jiwa Muhammad di tanganNya, andai Fathimah binti Muhammad mencuri sungguh aku potong tangannya (HR al-Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Islam juga akan mengelola kekayaan dan mendistribusikannya secara adil kepada semua individu rakyat baik muslim maupun non muslim. Setiap individu rakyat akan mendapatkan jaminan pemenuhan kebutuhan pokoknya baik sandang, pangan dan papan, dan juga kebutuhan dasarnya baik pendidikan, pelayanan kesehatan dan keamanan. Semua orang juga akan bisa mendapatkan pelayanan yang sama. Dengan begitu, depresi akibat himpitan ekonomi hanya akan tinggal sejarah. Kekecewaan dan perasaan terpinggirkan juga tidak akan muncul.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here