Tentang Mencintai Harta (2) - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Monday, March 22, 2021

Tentang Mencintai Harta (2)


Muhammad Amin,dr,MKed.Klin. SpMK

Harta tidak boleh dijadikan sebagai tujuan hidup.  Kebanyakan manusia menganggap bahwa dengan harta segalanya menjadi mudah.  Maka inilah yang mendasari mengapa umat Islam banyak yang tertipu pada investasi dengan keuntungan menggiurkan.  Mereka ingin cepat kaya.  Padahal betapa banyak manusia yang akhirnya terperdaya oleh banyaknya harta.  Mereka bukannya lebih mulia bahkan terhina menjadi budak harta.  Perilaku boros, berlebih-lebihan, budaya hedonis hingga mendholimi orang lain adalah beberapa penyakit kelebihan harta.  Maka benarlah ketika Allah SWT menyatakan bahwa harta terkadang menjadi ujian bagi pemilikya.

”Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan” [TQS. Al-Kahfi : 46].

”Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar” [TQS. Al-Anfaal : 28].

”Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi” [TQS. Al-Munaafiquun : 9].

Yang benar, harta haruslah dijadikan sebagai salah satu sarana dan bekal untuk beribadah kepada Allah SWT.

”Bermegah-megahan telah melalikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul-yaqiin. Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)” [QS. At-Takaatsur : 1-8].

Di samping itu, bersabar atas kekurangan harta itu lebih baik, daripada harus melakukan perbuatan terlarang demi keluar dari kesempitan.  Sebab, terkadang Allah memang menghendaki ujian kekurangan harta kepada hamba-hamba-Nya yang sabar.

”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” [QS. Al-Baqarah : 155].

Mestinya, seorang muslim tidak mudah tertipu oleh bisnis (investasi) yang menjanjikan keuntungan besar jika prosesnya menyalahi hukum syariah.  Saat ini, betapa banyak berkembang bisnis investasi yang sebenarnya hanyalah berupa permainan uang (money game) atau transaksi ribawi yang diharamkan syariah.  Tentu saja, harta yang diperolehnya tidak akan diridhoi Allah SWT.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here