Utang LN Indonesia Tambah Big, Tambah Berat... Mengapa? - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Saturday, March 13, 2021

Utang LN Indonesia Tambah Big, Tambah Berat... Mengapa?


Hadi Sasongko (Direktur POROS)


Dikabarkan Indonesia tercatat memiliki utang sebesar Rp 6.074,56 triliun. Angka itu setara dengan 38,68 persen dari PDB Indonesia. Sementara tiap tahun bunga utang menyita 19 persen dari pendapatan negara, maka uang yang harusnya dibuat untuk belanja pendidikan, belanja kesehatan, dan pembangunan akan terbagi untuk membiayai pembayaran bunga utang dan cicilan pokok. Oleh karena itu, sulit untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 7-10 persen dan lepas dari middle income trap. 


Mengapa Indonesia terus utang? Utang terus? Jika dianalisis, faktor utama yang menghambat  Indonesia  untuk menghindar dari jeratan utang sebenarnya muncul dari pemerintah maupun  negara – negara kapitalis. 


Pertama, Dari sisi pemerintah sebagai debitur kendala utamanya adalah sangat dominannya pengaruh para ekonom neoliberal (ekonom kapitalis) dalam penyelenggaraan ekonomi Indonesia. Bagi para pemuja IMF, penderitaan rakyat di bawah himpitan beban utang cenderung tidak memiliki makna apa-apa.


Faktor kedua yang akan menghambat pembayaran utang adalah dari kreditor yaitu  negara-negara kapitalis. Mereka sampai saat ini sangat berkepentingan untuk menguasai Indonesia baik dari aspek ekonomi maupun ideologi – politik. Dari aspek ekonomi, kekayaan Indonesia masih cukup banyak untuk mereka eksploitasi sehingga masih  menghasilkan keuntungan yang luar biasa seperti tambang emas dan tembaga di Papua.  Saat ini, cadangan emas milik PT Freeport Indonesia di Papua  diperkirakan mengandung cadangan bijih emas terbesar di dunia, mencapai 67 juta ounce atau sekitar 1.899 ton (1 ounce = 28,35 gram) dan akan  digarap hingga 2042.  Begitu pula tambang emas di Minahasa dan Exxon mobile yang mendapat jatah pengelolaan minyak di Blok Cepu adalah sebagian  kekayaan alam Indonesia yang dikeruk untuk kepentingan negara-negara kapitalis.


Sementara itu, dari aspek ideologi politik, saat ini Indonesia merupakan negeri muslim terbesar di dunia dan memiliki letak yang cukup strategis. Kalau Indonesia  bangkit dan mandiri , secara ekonomi dan politik negara-negara kapitalis akan mengalami kerugian.


Indonesia akan menjadi  ancaman besar bagi negara-negara kapitalis dalam mempertahankan hegemoninya terhadap negara-negara berkembang. Kedua faktor inilah  yang sangat dominan dalam mempertahankan keberadaan utang luar negeri dan neo imperilisme  di Indonesia. 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here