Guruku Tersayang (2)


Romadhon Abu Yafi (Bengkel IDE)

Tugas Guru adalah menjadi teladan bagi anak didiknya. Tak hanya memberikan pemahaman yang benar untuk anak didiknya, guru juga mesti menjadi teladan. Artinya, berbagai pemahaman islam yang disampaikannya pada anak didiknya, mesti pula ia lakoni. Dengan keteladanan, tentu anak didik yang diberikan pemahaman akan mudah mencontohnya, dan ini membuat proses pembentukan kepribadian lebih cepat. Sebaliknya, bila guru justru tak berlaku demikian, anak didik yang menjadi objek penyampaian pemahaman islam berpeluang untuk melakukan resistensi, dan akhirnya enggan mengikuti apa yang disampaikan gurunya.

Terkait hal ini, sesungguhnya Allah Swt sendiri mengancam mereka yang tak menjalankan apa yang disampaikannya dengan kemurkaan, “Wahai orang yang beriman, kenapakah kamu mengerjakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa apa yang tidak kamu kerjakan” [TQS;Ash-Shaff,2-3]

Mendidik anak didiknya dengan keahlian dan spesialisasi di berbagai bidang. Guru tak hanya menanamkan berbagai konsep dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi anak didik dalam medan hidupnya dengan pola pikir dan pola sikap yang islami, guru juga bertanggung jawab untuk memberikan keahlian dan spesialisasi dalam beragam aspek yang dibutuhkan umat. Misalkan, pengetahuan mengenai kimia, fisika, biologi, permesinan, kedokteran, transportasi dan sebagainya.

Tentu tak semua guru mesti memiliki kemampuan ini. Namun yang pasti, keberadaan guru yang memiliki kapabilitas dan kapasitas semacam ini adalah hal yang penting. Karena sesungguhnya, keberadaan sumber daya manusia yang menguasai masalah masalah tersebut adalah hal yang dibutuhkan bagi kehidupan manusia.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post