Inti Dari Amalan Ramadhan


M. Arifin (Tabayyun Center)

Taqarrub kepada Allah sebagai inti dari amalan Ramadhan banyak bentuknya. Amalan pokoknya selama Ramadhan tentu saja adalah puasa itu sendiri. Namun, di luar itu banyak kegiatan taqarrub lainnya yang mesti dilakukan selama Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda:

« … وَمَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِى بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ … »

Tiadalah seorang hamba bertaqarrub kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang aku fardhukan atasnya. Tiadalah hamba-Ku terus-menerus bertaqarrub kepada-Ku dengan amal-amal sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar; menjadi penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat; menjadi tangannya yang dia gunakan untuk memegang dengan kuat; dan menjadi kakinya yang dia gunakan untuk melangkah. Jika ia meminta kepada-Ku, niscaya dia Aku beri; jika ia meminta perlindungan-Ku, niscaya dia Aku lindungi… (HR al-Bukhari).

Jadi, ber-taqarrub kepada Allah sebagaimana dijelaskan dalam hadis di atas adalah dengan melaksanakan semua yang difardhukan oleh Allah dan menambahnya dengan senantiasa berupaya melaksanakan amal-amal sunnah. Tentu kita tidak boleh keliru dengan lebih mengedepankan amal-amal sunnah dan menilainya sebagai taqarrub yang mesti diutamakan seraya mengabaikan amal-amal yang wajib.

Jelas sekali, aktivitas taqarrub yang paling dicintai oleh Allah adalah semua aktivitas yang difardhukan kepada kita, yang tentu tidak terbatas hanya aktivitas ibadah saja. Justru aktivitas fardhu di luar ibadah jauh lebih banyak jumlahnya.

Semua yang difardhukan itu meliputi seluruh kewajiban yang telah ditetapkan dalam Islam. Agar semua itu bisa terlaksana dengan sempurna, kuncinya adalah dengan menerapkan syariah Islam yang dijalankan oleh kekuasaan yang menjadikan kedaulatan hanya di tangan syariah. Dengan kata lain, wajib bagi seorang imam atau khalifah yang dibaiat oleh kaum Muslim untuk menerapkan syariah Islam dan mengemban dakwah ke seluruh penjuru dunia. Adanya imam atau khalifah yang dibaiat umat merupakan kewajiban yang dibebankan di atas pundak kita. Sebab, Rasul saw. telah menggambarkan siapa saja yang mati, sedangkan di pundaknya tidak terdapat baiat kepada imam/khalifah, maka matinya seperti mati Jahiliah. Adanya imam atau khalifah inilah yang menentukan kesempurnaan pelaksanaan semua kewajiban di dalam agama ini. Karena itu, sungguh tepat jika para ulama menilai kewajiban mengangkat seorang imam/khalifah merupakan salah satu kewajiban paling agung di dalam agama ini.

Amal-amal Ramadhan, khususnya puasa, sejatinya membangkitkan dan menumbuhkan kesadaran untuk menghambakan diri hanya kepada Allah SWT. Kesadaran ini begitu kuat dibangun selama Ramadhan dan harus terus dihidupkan usai Ramadhan sebagai bukti keberhasilan proses selama Ramadhan itu.

Orang yang berpuasa dan tetap berupaya menjaga puasanya semata-mata karena mengharap keridhaan Allah, biasanya tidak bergantung pada kehadiran siapapun kecuali kesadaran selalu diawasi oleh Allah SWT. Spirit yang dibentuk oleh puasa ini tentu akan menjadi modal sangat berharga untuk mewujudkan penghambaan diri hanya kepada Allah di luar aktivitas puasa, yaitu dalam bentuk amal keseharian di tengah-tengah masyarakat. Dalam hal ini penerapan syariah untuk mengatur segala aspek kehidupan di masyarakat sejatinya merupakan wujud penghambaan kepada Allah secara nyata dan kolektif.

Karena itu, perjuangan mewujudkan penerapan syariah secara kaffah merupakan perhargaan terhadap proses dan capaian pada bulan Ramadhan sekaligus upaya untuk menjadikannya tetap hidup pasca Ramadhan. Selain itu dakwah dan perjuangan mewujudkan penerapan syariah dan Khilafah merupakan bagian dari aktivitas taqarrub yang paling utama dan agung.

Karena itu, aktivitas perjuangan dakwah untuk mewujudkan penerapan syariah secara kaffah merupakan aktivitas yang wajib ada di dalam daftar aktivitas Ramadhan, bahkan selayaknya menjadi aktivitas utama selama Ramadhan.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post