Islam Mencegah Pajak - Pajak Zalim Yang Dipaksakan - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Sunday, April 4, 2021

Islam Mencegah Pajak - Pajak Zalim Yang Dipaksakan


M. Ismail (Direktur eLSAD)

Rakyat makin terbebani setelah pemerintah mencari tambahan pendapatan negara dari sektor pajak. Semua lini disasar akan kena pajak dan naiknya bea materai menjadi salah satu bukti pajak kian mencekik rakyat. Namun ternyata pajak yang mencekik sudah ada sejak Belanda menjajah Indonesia. Ini realitas kenyataan penerapan sistem kapitalisme.

Islam telah mengharamkan semua pajak seperti pajak penjualan dan pajak pertambahan nilai yang diwajibkan kepada orang kaya maupun miskin secara langsung atau tidak langsung.  Pajak di dalam Islam hanya diwajibkan terhadap orang-orang kaya di tengah masyarakat saja dan tidak diwajibkan kepada orang-orang miskin.  Dan pajak di dalam Islam itu hanya dipungut secara temporer, bukan terus menerus dan hanya dipungut hanya dalam kondisi tertentu yang telah dinyatakan oleh syara’ dan bukan pada semua keadaan.  Kharaj dan ‘usyur hanya diwajibkan atas tanah.  Sementara zakat diwajibkan atas orang yang memiliki harta sudah mencapai nishab. 

Di dalam sistem islam, terdapat pemasukan besar dari zakat yang masuk ke kas pendapatan baitul mal kaum muslim yang akan dibelanjakan untuk delapan golongan yang berhak menerima zakat.  Juga terdapat pendapatan dalam jumlah besar dari kepemilikan umum seperti minyak, gas, batubara, barang tambang, yang sebagiannya akan dibelanjakan untuk memenuhi belanja negara.  Sedangkan di bawah sistem kapitalis saat ini, seluruh potensi lari ke kantong perusahaan-perusahaan asing melalui penyerahan kepemilikan atas berbagai potensi itu kepada mereka padahal potensi-potensi itu merupakan kepemilikan umum.  Mestinya, dengan adanya potensi berlimpah itu, negara tidak boleh mewajibkan berbagai macam pajak kepada masyarakat umum.  

Rasulullah saw telah memperingatkan siapa saja yang memungut pajak itu dan mengancamnya dengan neraka.  Rasul saw bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ صَاحِبُ مَكْسٍ

Orang yang memungut cukai/pajak tidak akan masuk surga

Beliau juga bersabda:

صَاحِبُ الْمَكْسِ فِيْ النَّارِ

Orang yang memungut cukai/pajak berada di neraka

Di satu sisi, pemerintah menolak untuk mengurangi belanja besarnya terhadap penguasa dan istana mereka.  

Pemaksaan pajak-pajak zalim diharamkan. Hanya Khilafah yang mampu membebaskan umat dari pajak-pajak lalim itu melalui penerapan sistem ekonomi Islam dan memberi orang-orang di Pakistan apa yang mereka butuhkan serta menghilangkan penderitaan dan himpitan ekonomi yang mereka derita selama ini.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here