Israel Yang Kesekian Kalinya



Umar Syarifudin (pengamat politik internasional)

Pemerintah Yordania selaku pengawas Masjid Al Aqsa menyatakan bahwa Israel berupaya menghalangi azan di masjid tersebut dengan menyabotase akses menuju menara dan memutus aliran listrik untuk pengeras suara. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Daifallah Al-Fayez, mengatakan bahwa insiden ini bermula ketika Israel meminta petugas wakaf untuk mematikan pengeras suara pada hari pertama Bulan Ramadan.

Israel ingin kondisi tenang ketika tentara-tentara baru mereka berdoa di Tembok Buraq atau yang dikenal dengan nama Tembok Ratapan. Namun, petugas wakaf menolak sehingga polisi Israel bertindak. (cnnindonesia.com)

Ini bukti yang kesekian kalinya bahwa Israel memang kurang ajar. eksistensi Israel adalah kejahatan besar di dunia. Dan Masjidil Aqsa dan Palestina tidak akan dibebaskan kecuali dengan kekuatan. Dan kekuatan ini ada pada tentara umat Islam dari bangsa Arab dan ajam (non-Arab). 

Umat harus memberi tekanan pada para rezim penguasa yang mengontrol kaum Muslim dan tentara, sampai rezim ini menggerakan tentara umat untuk memerangi entitas penjahat ini, dan melenyapkannya dari peta dunia, kemudian mengembalikan seluruh Palestina ke pangkuan Islam dan kaum muslim.

Dan kita kecewa dengan sikap rezim-rezim muslim yang ada telah meninggalkan tugas mereka, serta melupakan kewajibannya untuk membebaskan Palestina dengan cara menggerakkan tentara. Para penguasa muslim telah memutuskan untuk meminta bantuan masyarakat internasional, terutama Komite Quartet, PBB dan UNESCO agar mereka yang memikul tanggung jawab untuk menjaga al-Quds dan Masjid Al-Aqsa. Sehingga, dengan semua ini, sungguh mereka mengumumkan bahwa mereka berlepas diri dari kewajibannya atas seluruh Palestina.

Perlu kita ingat bahwa rakyat Palestina dan masjidil Aqsa semuanya adalah tawanan perang dan terisolasi. Sehingga merupakan sebuah kezaliman terhadap Palestina dan rakyatnya, jika kita membebankan tanggung jawab membebaskan Palestina hanya kepada rakyat Palestina. Dalam hal ini boleh bagi para tahanan di bawah pendudukan untuk melakukan perlawanan, dan ini merupakan upaya yang diberkahi. Namun perlawanan seperti yang terlihat nyata di atas tanah Palestina tidak mampu membebaskannya. 

Kejadian Israel yang menghalangi adzan di masjid yang terjadi belakangan ini menekankan pentingnya penyelesaian isu Palestina. Pertama, kita harus sadar bahwa isu Palestina adalah isu Palestina. Palestina menjadi sebuah untaian permata dalam sejarah kaum Muslim sejak saat Allah SWT mengkaitkan Mesjid Suci ) di Mekkah, yakni ketika Allah SWT membawa Rasul-Nya pada malam hari dari Masjidil Al-Aqsa. Allah SWT berfirman:

Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya. [QS 17:1]

Akibatnya, cara saru-satunya bagi Umat untuk memandang Palestina adalah melalui perspektif Islam. Kita harus bekerja bersama umat untuk menyangkal seruan bagi kaum Muslim dan para penguasa Muslim yang akan pertama kali berusaha untuk memberikan bingkai kembali atas isu itu sebagai sebuah isu Arab, kemudian sebagai sebuah isu Palestina, dan sekarang hanya sebagai isu Gaza! 

Kedua, Isu Palestina adalah sesuatu yang dekat dengan hati orang-orang yang beriman di seluruh dunia. Kaum Muslim rindu untuk melihat wilayah itu dibebaskan dari pemerintahan tiran Israel. Agar hal ini bisa terlaksana, umat perlu mengganti sistem kapitalisme dan para penguasa korup itu dan menggantikannya dengan penerapan syariah secara kaffah dan menunjuk khalifah yang terpercaya. Sebagaimana Rasulullah SAW sabdakan:

“Imam adalah perisai, di belakangnya kaum Muslim berperang dan melindungi diri mereka” [Muslim]


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post