Kala Depresi Menghampiri (2)


Romadhon Abu Yafi (Bengkel IDE)

Depresi pada suami dan istri dapat diselesaikan dengan dua pendekatan: pendekatan personal, melalui pasangan itu sendiri dan keluarga; serta pendekatan kelompok (jama’i) yang melibatkan masyarakat dan negara.

Sesungguhnya, kemampuan seseorang untuk menyelesaikan beban kehidupan terkait erat dengan pandangan hidupnya (keimanannya). Seorang Muslim harus memandang persoalan kehidupan, bagaimanapun beratnya, sebagai jalan untuk meraih kemuliaan di sisi Allah SWT.

Keburukan dan kebaikan sejatinya adalah ujian (cobaan) yang diberikan Allah SWT agar manusia mau kembali ke jalan-Nya (Lihat: QS al-Anbiya’ [21]: 35)

Karena berfungsi sebagai ujian, seorang ibu tidak boleh lari. Ia harus menghadapi ujian dengan sabar dan tawakkal. Bahkan ia selayaknya tetap ‘bahagia’ dengan kondisi itu, karena semua itu bisa menjadi jalan kebaikan untuk dirinya. Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang Mukmin. Segala sesuatu yang terjadi pada dirinya merupakan kebaikan. Ini terjadi hanya pada orang Mukmin. Jika ia mendapat sesuatu yang menyenangkan, ia bersyukur. Itu kebaikan bagi dirinya. Jika ia mendapat keburukan, ia bersabar. Itu juga kebaikan bagi dirinya.” (HR Muslim).

Jadi, ibu tak perlu merasa diri tak berguna ketika apa yang dilakukan belum memenuhi harapan. Sebab, pada saat itu ia bisa bersabar agar mendapat kebaikan dari Allah SWT. Ia pun tetap harus optimis karena rahmat Allah sesungguhnya dekat (QS al-A’raf [7]: 56).

Meningkatkan hubungan dengan Allah SWT akan menguatkan iman dan takwa. Oleh karena itu, ibadah harus ditingkatkan. Ibu juga mempunyai kesempatan yang luas untuk mencurahkan segala persoalan hidupnya kepada Allah SWT secara langsung. Misalnya, melalui shalat tahajud dan doa-doa yang dipanjatkan setiap saat. Dengan demikian tak perlu ada persoalan yang dipendam karena semuanya sudah diserahkan kepada Allah SWT.

Iman yang kuat juga akan mengikis sikap materialistik, gaya hidup hedonistik dan individualistik. Dengan demikian beberapa hal punya andil besar dalam melahirkan depresi itu pun berkurang.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post