Ketika Muslimah Menyongsong Lailatul Qadar (1)


Ainun D.N. (Muslimah Care)

Pada bulan Ramadlan ada malam yang mulia dan istimewa, yaitu satu malam yang nilainya lebih baik baik dari 1000 bulan. Firman Allah surat al Qadr; 1-3:

إِنّا أَنزَلنٰهُ فى لَيلَةِ القَدرِ ﴿١﴾ وَما أَدرىٰكَ ما لَيلَةُ القَدرِ ﴿٢﴾ لَيلَةُ القَدرِ خَيرٌ مِن أَلفِ شَهرٍ ﴿٣﴾


1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan

2. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu?

3. malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

Maksud satu malam itu lebih baik dari pada 1000 bulan adalah beramal shaleh pada malam itu lebih baik dari pada beramal shaleh seribu bulan di bulan yang lain. Sementara seribu bulan itu setara dengan 83 tahun 4 bulan. Padahal menurut Rasulullah umur umatnya rata-rata 60 tahun  sampai 70 tahun, dan sedikit yang diatas 70 tahun. Itupun belum tentu kita mampu menggunakan secara efektif untuk beribadah. Bisa jadi diantara kita ada yang memulai ibadah secara benar sejak umur 15 tahun atau 20 tahun. Bahkan  ada yang telat, baru beribadah, yaitu melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya, setelah sudah tumbuh uban di kepala. Jadi baru sadar bahwa manusia membutuhkan ibadah kepada Allah setelah ada  sinyal yang senantiasa mengingatkannya bahwa dia sudah tua.

Lailatul Qadar diturunkan Allah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Karenanya Rasulullah pada waktu tersebut mengintai dan memburunya. Beliau  semakin menggiatkan ibadahnya untuk mendapatkan Lailatul Qadar.

Mengingat keistimewaan malam Lailatul Qadar yang luar biasa itu, tentu kaum muslim ingin mendapatkannya. Termasuk muslimah juga tidak mau ketinggalan, padahal belum tentu pada sepuluh hari terakhir dia dalam keadaan suci. Karenanya kita harus mengetahui bagaimana kiat mendapatkan Lailatul Qadar, sementara kita dalam keadaan haidl atau nifas.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post