Ketika Muslimah Menyongsong Lailatul Qadar (2)


Ainun D.N. (Muslimah Care)


Mengingat keistimewaan malam Lailatul Qadar yang luar biasa itu, tentu kaum muslim ingin mendapatkannya. Termasuk muslimah juga tidak mau ketinggalan, padahal belum tentu pada sepuluh hari terakhir dia dalam keadaan suci. Karenanya kita harus mengetahui bagaimana kiat mendapatkan Lailatul Qadar, sementara kita dalam keadaan haidl atau nifas.


Secara umum kiat untuk memperoleh Lailatul Qadar adalah sebagai berikut: Menghidupkan malam  pada sepuluh hari terakhir. Dari Aisyah, ia berkata:


ا ن النبى ص م اذا د خل العشرالاواخر احي اليل وايقظ اهله وشد المئزر


Bahwa Nabi Saw. Apabila sepuluh hari terakhir sudah masuk, maka beliau menghidupkan malam itu, membangunkan keluarganya dan mengikat sarungnya ( HR Ahmad, Bukhari-Muslim)


Dari  hadits tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah senantiasa menghidupkan sepuluh hari terakhir Ramadlan, dan membangunkan keluarganya. Ada keterangan bahwa Rasulullah membangunkan anggota keluarganya, sekalipun mereka dalam keadaan haidl. Tujuannya untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah. Tentu saja bagi wanita yang haidl hanya melakukan ibadah yang dibolehkan baginya.


Bagi muslim dan muslimah menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah sebagai berikut:


1. i’tikaf. Diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah beri’tikaf 10 hari terakhir Ramadlan  sampai beliau wafat.


2. Shalat.


3. Membaca Al Qur’an. Para sahabat biasa mengkhatamkan Al Qur’an sehari semalam, diantaranya Ustman bin Affan, Tamim, Said dan Zubair selama Ramadlan.


4. Berdzikir, memohon ampun kepada Allah dan berdo’a. Dan do’a yang biasa dipanjatkan Rasulullah pada malam lailatul Qadar adalah:


ا للهم انك عفو تحب العفو فاعف عنى


Ya Allah sesungguhnya Engkau maha Pemaaf, dan suka memaafkan, maka maafkan aku.


Adapun bagi Muslimah yang sedang haidl dan nifas, maka  menghidupkan malam lailatul qadar dengan cara berdzikir, memohon ampun kepada Allah dan berdo’a. Wahai saudaraku, karena kita muslimah, tentu  tidak bisa terus suci sepanjang Ramadlan. Karenanya jika dalam keadaan suci perbanyaklah  ibadah yang mengharuskan ditunaikan dalam keadaan suci.

 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post