Mendudukkan Sedekah (1)


Abu Inas (Tabayyun Center)

Salah satu amal yang banyak dilakukan umat muslim di bulan Ramadhan adalah bersedekah.  Rasulullah  Saw pun melakukan yang demikian. Diriwayatkan dalam sebuah hadist

“Rasulullah Saw adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah Saw melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari, no.6)

Dan, memang sudah seharusnya kita bersedah karena begitu banyaknya keutamaan sedekah. Diantaranya adalah : 1. Sedekah dapat menghapus dosa. (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614) 2. Orang yang bersedekah akan mendapatkan naungan di hari akhir.(HR. Bukhari no. 1421) 3. Sedekah memberi keberkahan pada harta. (HR. Muslim, no. 2588) 4. Allah melipatgandakan pahala orang yang bersedekah.(Qs. Al Hadid: 18) 5. Terdapat pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah. (HR. Bukhari no.3666, Muslim no. 1027) 6. Sedekah akan menjadi bukti keimanan seseorang. (HR. Muslim no.223)7. Sedekah dapat membebaskan dari siksa kubur. (HR. Thabrani, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873) 8. Sedekah dapat mencegah pedagang melakukan maksiat dalam jual-beli (HR. Tirmidzi no. 1208, ia berkata: “Hasan shahih”) 9. Orang yang bersedekah merasakan dada yang lapang dan hati yang bahagia.  (HR. Bukhari no. 1443)

Tetapi, tak selalu bersedekah itu dianjurkan. Tak banyak di antara kita yang tahu bahwa  sedekah tak selamanya berhukum sunnah. Sedekah bisa menjadi haram dalam kondisi tertentu. Di dalam kitab Nidzom Iqtishody karangan Syekh Taqiyuddin an Nabhani disebutkan bahwa sedekah menjadi haram ketika : a.  bersedekah kepada musuh di medan perang yang bisa menguatkan musuh dan mengalahkan kaum muslim ; b. bersedekah yang menyebabkan diri dan keluarga kekurangan (dalam memenuhi kebutuhan pokok/primernya ).

Status pemberian orang yang bersedekah hingga memudhorotkan diri dan keluarganya,  dinyatakan rusak (fasad) berdasarkan sabda Nabi Saw

“Sebaik-baik sedekah adalah yang diberikan karena kecukupan dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu” (HR Bukhari, dari Abu Hurairah)

Yang diperkuat dengan sabda beliau Saw di hadist  yang lain. Diriwayatkan bahwa Nabi Saw didatangi seseorang yang ingin menyedekahkan hartanya. Lalu ia berkata “Ya Rasulullah, ambillah harta ini dariku sebagai sedekah. Namun demi Allah, aku tidak memiliki lagi harta selain ini.”. mendengar ini Rasul Saw menolaknya. Lalu beliau didatangi lagi oleh yang lain dengan maksud yang sama. Beliau mengatakan hal yang sama. Kemudian beliau bersabda “Ada salah seorang di antara kalian yang sangat bergantung pada hartanya. Dia tidak memiliki harta lain. Dia kemudian menyedekahkannya. Namun setelah itu ia mengemis-ngemis kepada orang lain. Ingatlah, sesungguhnya sedekah itu hanyalah berasal dari orang yang mampu. Ambillah harta yang engkau butuhkan ini. Kami tidak membutuhkannya”. Akhirnya orang tersebut  mengambil kembali hartanya (HR ad-Darimi)

Hadist di atas jelas sekali menggambarkan bagaimana Rasulullah Saw menolak sedekah dari orang yang sebenarnya belum terpenuhi kebutuhan pokoknya sehingga seharusnya ia (orang tersebut) menerima sedekah bukan memberi sedekah.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post