Mendudukkan Sedekah (3)


Abu Inas (Tabayyun Center)

Harus diperhatikan juga bahwa tak seharusnya  ketentuan sedekah (yang hanya boleh bagi  orang yang mampu sebagaimana dijelaskan sebelumnya) mengakibatkan sedikitnya kaum muslim yang mau bersedekah dengan alasan tak mampu. Padahal,  jelas-jelas ia mampu membeli baju bagus, rumah bagus, punya televisi bagus, handphone, laptop, komputer  dan lain-lain  yang tidak termasuk kebutuhan pokok/dasar. Ia juga memiliki persediaan harta  yang cukup untuk membeli makanan untuk  hari  besok, lusa atau bahkan cukup untuk satu bulan, satu tahun dan seterusnya. Maka orang seperti ini  tak hanya sudah memenuhi kebutuhan pokoknya, melainkan sudah pula memenuhi kebutuhan sekunder bahkan tersiernya. Pada orang-orang semacam mereka inilah yang sangat  dituntut untuk bersedekah. Mereka wajib menolong kaum muslim yang miskin dan kekurangan sebagaimana sabda Nabi Saw

“Siapa saja yang menjadi penduduk suatu daerah, lalu di antara mereka terdapat seseorang yang kelaparan, maka perlindungan Allah SWT terlepas dari mereka” (HR Ahmad).

Nabi juga menuturkan suatu hadist berupa hadist qudsi yang diriwayatkan dari Tuhannya

“Tidaklah beriman kepadaKu, siapa saja yang tidur kekenyangan, sedangkan tetangga di sampingnya kelaparan dan ia mengetahuinya” (HR al Bazzar dari Anas)

Allah SWT juga berfirman

“Di dalam harta mereka terdapat hak bagi orang miskin yang meminta-minta dan orang miskin yang tidak meminta-minta” (TQS adz-Dzariyat 19)

Walhasil, siapapun kita, ketika kita menyadari bahwa kita termasuk orang-orang yang mampu dalam arti tercukupi kebutuhan pokok/dasar kita, maka kita diseru  untuk memperbanyak sedekah (sunah).  Adapun sedekah wajib yaitu zakat, hendaknya ditunaikan bagi setiap muslim yang memiliki harta yang sudah mencapai kadar sebagaimana ketentuan zakat yang dibahas khusus di bab zakat di dalam kitab-kitab fikih Islam.

Mari, kita jadikan sisa hari di bulan Ramadhan ini untuk memperbanyak sedekah  yang akan membersihkan harta-harta kita, meraih ridho Allah, menghapus dosa, dan memberi keberkahan bagi hidup kita di dunia maupun di akhirat. Aamiin.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post