Menjadi Ibu Yang Lembut


Ainun D.N. (Direktur Muslimah Care)

Ibu teladan mengemban tanggung jawab sebagai pendidik pertama dan utama bagi generasi-generasi cerdas dan pencipta peradaban, yang pengaruhnya menyentuh seluruh jagad raya.  Sekalipun ibu teladan seorang aktivis dakwah, anak tetap memiliki hak yang harus dipenuhi seperti anak-anak lainnya.

Kemuliaan, kehormatan, kesuksesan, ketakwaan dan kepemimpinan para tokoh-tokoh besar di kalangan Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ at-Tabi’in merupakan hasil tangan dingin dari para ibu-ibu yang agung, yang berhasil menanamkan jiwa kebesaran, nilai-nilai kemuliaan, dan semangat yang tinggi ke dalam jiwa putra-putrinya. 

Ibu teladan lebih dekat serta mengenal keadaan dan perkembangan anak pada masa-masa pertumbuhan dan puber yang merupakan masa paling rawan bagi kehidupan mental, jiwa dan tingkah laku anak.  Ibu teladan selalu meneteskan cinta, kasih sayang, kelembutan, penuh perhatian, pengorbanan dan senantiasa memberikan perlindungan kepada anak-anaknya, yang mengalir dari hatinya yang lapang.  Anak pun dapat hidup bahagia, jiwanya sehat dan jauh dari berbagai penyakit dan permasalahan; hatinya penuh kepercayaan dan ketenangan serta optimis.

Ibu teladan mengerti jiwa, menghormati perbedaan karakter dan kecenderungan anak-anaknya sehingga dapat memasuki jiwa anak dan menyelami dunia yang masih bersih dan jernih, untuk menanamkan nilai-nilai luhur keislaman. Ibu teladan senantiasa pandai menarik hati anak agar mau membuka jiwa dan hatinya serta mengungkapkan berbagai permasalahan yang dihadapinya.  Ibupun menanggapinya dan berusaha untuk mengatasinya.

Ibu teladan selalu menyempatkan diri bermain dan bercanda dan berbasa-basi dengan anak, menyampaikan ungkapan-ungkapan yang menyenangkan, lemah-lembut dan penuh kasih sayang tanpa pilih kasih.  Semua anaknya semakin cinta, sayang dan tidak pernah merasa  bosan mendengarkan arahan dan bimbingannya. Dengan kesadaran hati mereka menjalankan perintah dan menerapkan nasihatnya; lidah mereka basah memanjatkan doa dan mereka senantiasa berbakti, menghargai dan menghormatinya.

Siraman kasih sayang ibu menjadi sumber inspirasi, kebaikan, kreasi, faktor kebahagiaan dan kesejahteraan anak.  Inilah sesuatu yang sangat berharga dan mulia pada kodrat kewanitaan,  yang menjadi taman surgawi dunia.  Ibu teladan akan selalu menjaga perkataan dan perbuatannya yang akan diteladani anak. Ibu teladan tidak kehilangan kesadaran dan keseimbangan emosinya sampai tega menyumpahi anaknya.  Rasulullah bersabda,  “Janganlah kalian menyumpahi diri kalian; jangan pula menyumpahi anak-anak kalian dan harta kalian. Kalian tidak mengetahui saat permintaan (doa) dikabulkan sehingga Allah akan mengabulkan sumpah itu.”

Ibu teladan selalu mengawasi pendidikan anak dan mengarahkan anak dalam memilih buku bacaan, majalah, teman, kegemaran, sekolah, guru, dan saran informasi serta segala sesuatu yang mempunyai pengaruh dalam membentuk kepribadian anak, mendidik mental, jiwa dan akidah mereka. Itu ia lakukan dengan cara yang baik, tepat dan menyelamatkan serta selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan suami.

Ibu teladan bisa menyusup dalam jiwa anak yang paling tersembunyi lalu menanamkan sifat mulia dan nilai Islam yang luhur dengan baik dan tepat; memberikan teladan, bergaul dan memperlakukannya dengan baik, penuh perhatian, kelembutan, persamaan dan keadilan; serta memberinya nasihat dan bimbingan. Anak pun tumbuh normal dengan kedewasaan, wawasan luas, pemikiran matang, salih, berbakti, memberikan sumbangan yang dibutuhkan dan membangun di berbagai lini kehidupan.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post