Menjadi Istri Teladan


Ainun D.N (Direktur Muslimah Care)


Istri teladan mampu memahami kebutuhan suami tercinta pendamping hidupnya. Sekalipun sang suami pengemban dakwah, ia juga manusia yang sama seperti suami-suami yang lain.  Pengemban dakwah harus bisa menciptakan rumah tangga yang harmonis (rumahku surgaku),  juga kehidupan suami-istri yang romantis.  Istri salihah selalu berusaha memelihara rumahnya dan memenuhi hak-hak suaminya.  Dia selalu taat dan berbakti kepada suami.  Dia juga harus berbakti kepada mertua dan menghormati keluarga suami.


Istri teladan berusaha memperoleh dan mencurahkan cinta dan kasih sayang kepada suaminya, dengan penampilan yang baik, kata-kata yang lembut serta pergaulan yang disenangi suaminya. Dia selalu menyampaikan berita gembira.  Jika ada berita menyedihkan dan mengguncang jiwa suami, ia akan memilih waktu dan cara yang tepat.


Istri teladan biasa membantu suami menaati Allah, baik dalam ibadahnya, dakwahnya, akhlaknya, dll. Dengan itu, mereka berdua selalu berada di bawah naungan rahmat Allah ‘Azza wa Jalla. 


Istri teladan selalu berusaha mengambil hati suami supaya tidak timbul kebosanan, penyelewengan dan kekeruhan hati suami.  Ia akan selalu berhias untuk suami sehingga suami selalu melihatnya dalam keadaan cantik dan menyenangkan.


Istri semakin cantik di mata suami jika memiliki sifat ceria, riang, gembira dan ramah tamah.  Ketika pulang dalam keadaan letih, suami disambut dengan wajah ceria, senyum merekah dan kata-kata yang menyenangkan hingga lenyap keletihan dan beban pikirannya. Istri teladan akan selalu berterima kasih setiap kali suami melakukan kebaikan kepadanya.


Istri teladan senantiasa menyertai suami saat suka dan duka, terutama ketika suami ada di rumah.  Ia menjadi penyejuk, penenang, pemaaf dan penghibur bagi suaminya.  Dengan penuh cinta kasih, istri berusaha mewujudkan ketenangan, kegembiraan, kesejahteraan, ketentraman, kenikmatan yang halal dan kebahagiaan pada suami dan terus-menerus meraih/meminta keridhaannya.


Istri teladan akan memberikan kesempatan kepada suami agar menjadi ujung tombak dakwah dan mengorbankan apa pun demi dakwah. Ia sebagaimana Khadijah ra. yang mengorbankan hartanya demi dakwah Nabi saw. dan menenangkan Beliau kalau mengarungi kesulitan di medan dakwah.  Ia seperti Fatimah ra. yang rela tangannya menjadi kasar karena mengerjakan tugas rumah tangga untuk memuluskan langkah Ali ra. dalam kancah dakwah.  Khadijah dan Fatimah tak pernah menuntut harta, waktu dan beban rumah tangga yang berlebihan sehingga suami mereka lalai dalam dakwah.


Istri teladan adalah sahabat bagi suaminya. Layaknya kedua orang bersahabat, dalam rumah tangga akan timbul saling mengerti, saling berbagi, dan saling menyayangi.

 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post