Perang Di Area Indo-Pasifik?


Fajar Kurniawan (analis Senior PKAD)

Mantan Menteri Pertahanan Australia, Christopher Pyne baru - baru ini menyatakan tentang kemungkinan akan terjadinya perang di kawasan Asia Pasifik yang melibatkan China dan Amerika Serikat dan sekutunya semakin menguat. Ia juga menyebutkan Taiwan sebagai daerah konflik selanjutnya.

Apa Urgensinya?

Kawasan Asia/Pasifik meliputi negeri-negeri yang sangat penting. Contohnya, negara Jepang, China, Taiwan, Korea Selatan dan Korea Utara. Diantara negara-negara ini terjadi konflik atas masalah kedaulatan laut China Timur dan konflik atas sebagian pulau, kebebasan navigasi dan penangkapan ikan.

Berikutnya negara Philipina, Vietnam, Kamboja, Thailand, Brunei, Malaysia, Singapura dan Indonesia. Diantara negara-negara ini ada konflik atas masalah kedaulatan laut China Selatan dan konfllik atas sebagian pulau di sana.  Disamping konflik atas selat Malaka, kebebasan navigasi dan penangkapan ikan.

Kemudian kawasan tersebut dianggap sebagai perpanjangan dari samudera Hindia yang di pantai utaranya terdapat negara Burma, Bangladesh, India hingga mencapai Pakistan yang paling dekat ke laut Arab dan merupakan perpanjangan dari Samudera Hindia dan kemudian tiba ke teluk Oman untuk bisa mencapai ke kawasan teluk dan ke selatan hingga teluk Aden lalu Bab el-Mandab untuk sampai ke laut Merah yang dari situ bisa sampai ke laut Mediterania.

Sebagaimana kawasan Asia/Pasifik disamping pantai utara samudera Hindia merupakan kawasan yang paling banyak penduduknya di dunia dan paling banyak penduduk muslimnya.  Di kawasan ini berdiam hampir mendekati separo dari penduduk dunia dan separo dari jumlah kaum muslimin.

Jalur transportasi laut dinilai lebih penting dari jalur darat sebab bisa mengangkut jumlah yang jauh lebih besar dengan menggunakan kapal dan biayanya lebih kecil. Juga lebih mudah kapal berlayar jauh dari pos-pos perbatasan negara-negara, kecuali jika melalui selat atau alur laut yang berada di bawah kontrol negara yang mengelolanya.  Hingga sekarang 90% komoditi diangkut melalui laut menggunakan kapal meski ada perkembangan besar di transportasi darat dan pembuatan kendaraan-kendaraan besar.  Demikian juga perkembangan transportasi udara.  Akan tetapi biayaya besar dan tidak mungkin mengangkut jumlah seperti yang bisa diangkut oleh kapal laut.  Juga bahwa 65% minyak diangkut melalui laut menggunakan kapal tanker meski jalur-jalur pipa telah berkembang.  Oleh karena itu, kawasan Pasifik sangat penting sebab membentang ke samudera Hindia yang menjadi jalur transportasi 70% pasokan minyak dan gas dari kawasan teluk ke negeri-negeri itu.  Kebutuhan kawasan ini khususnya China dan India terhadap minyak akan terus meningkat menjadi dua kali lipat pada dekade mendatang.  Di sana ada alur selat Malaka yang dinilai sebagai alur penting yang menghubungkan samudera Hindia dan Pasifik, sepanjang 800 km terletak diantara semenanjung Malaysia dan pulau Sumatera Indonesia.  Sekitar 40% komoditi perdagangan gobal dan setengah perdagangan minyak dan gas global melintasi selat Malaka.  Selat Malaka sangat penting bagi China dan India untuk transportasi komoditinya ke timur dan barat.  Kawasan ini memiliki peran sangat penting dari sisi adanya jalur-jalur laut.

Kepentingan AS

Amerika memberikan nilai sangat penting untuk melindungi wilayahnya dari dua sisi, samudera Atlantik dan samudera Pasifik yang mengelilinginya.  Sekarang tidak ada ancaman yang berarti bagi Amerika di samudera Atlantik, atau di balik Atlantik sebelah barat yakni Amerika Selatan.  Amerika tidak memprediksi, sejauh yang bisa diprediksi, akan adanya pesaing serius dan riil dari Eropa di Atlantik atau balik Atlantik.  Oleh karena itu, Amerika saat ini memberi perhatian ke kawasan lain yaitu samudera Pasifik dan samudera Hindia yang berikutnya laut Arab, kawasan Teluk dan Bab el-Mandab. Untuk itu Amerika memperkecil kekuatannya di Atlantik untuk memperkuat kekuatannya di samudera Pasifik.  Hal itu disampaikan secara detil oleh Leon Paneta bahwa 60% dari angkatan laut Amerika akan ada di kawasan Asia/Pasifik pada tahun 2020 dan akan meliputi enam kapal induk pengangkut pesawat tempur, dan sebagian besar kapal penjelajah, perusak, kapal perang dan kapal selam Amerika.  Petinggi AS mengisyaratkan kepada konflik-konflik yang terjadi antara negara-negara kawasan dengan China. Ia mengatakan: “sikap Amerika Serikat jelas.  Kami menyeru agar menahan diri dan solusi diplomasi.  Kami menolak provokasi, pemaksaan dan penggunaan kekuatan”.  Paneta mengklaim bahwa, “negaranya tidak berpihak kepada satu pihak melawan pihak lain” (kantor berita UBI Amerika, 2/6/2012).  Kantor berita itu mengisyaratkan bahwa: “presiden Amerika Barack Obama mengatakan pada November 2011 bahwa kawasan Asia/Pasifik memiliki prioritas besar bagi Amerika Serikat”.  Kantor berita itu menyebutkan bahwa “konsentrasi Amerika atas kawasan tersebut datang pada saat tampilnya China dan India sebagai dua kekuatan ekonomi global dan setelah penarikan Amerika dari Irak dan makin dekatnya penarikan militer Amerika dari Afganistan”.

Kemudian, peningkatan Amerika atas eksistensi angkatan laut di kawasan Asia/Pasifik memungkinkan peningkatan jumlah latihan dan manuver yang dilakukan di kawasan itu pada tahun-tahun mendatang.  Demikian juga, Amerika berencana meningkatkan kunjungan angkatan laut Amerika ke kawasan yang lebih luas dari Pasifik hingga mencapai kawasan samudera Hindia.  Paneta menyebutkan bahwa, “angkatan bersenjata Amerika sepanjang tahun lalu berpartisipasi dalam 172 latihan perang dan manuver (di kawasan ini) yang melibatkan 24 negara” (BBC, 2/6/2012).

Kesimpulan

Area Indo - Pasifik berpotensi terjadi perkelahian keras. Namun yang perlu diwaspadai adalah peningkatan kekuatan angkatan laut Amerika di kawasan Asia/Pasifik pada dasarnya diarahkan membendung China dan bahayanya yang mungkin terhadap pengaruh Amerika di kawasan tersebut.

Akan tetapi, ada perkara lain yang diinginkan oleh pergerakan angkatan laut Amerika itu dan penyebaran militernya di kawasan Pasifik melintasi selat Malaka ke samudera Hindia lalu laut Arab, Teluk dan laut Merah.  Artinya tidak terbatas pada pantai dan laut China saja.  Perkara yang diperhitungkan oleh Amerika sebagai sesuatu yang mungkin terjadi itu adalah munculnya kekuatan Islam di kawasan yaitu Daulah al-Khilafah.  Itulah yang membuat Amerika memperhitungkan kekuatan China yang eksis, dan kekuatan daulah Islamiyah yang diprediksikan akan tegak.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post