Puasa Adalah Perisai


Abu Inas (Tabayyun Center)

Marhaban ya Ramadhan. Sebentar lagi Ramadhan 1442 H menyapa kita. Bulan yang penuh berkah, yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang telah Allah SWT jadikan didalamnya puasa sebagai fardhu dan shalat malamnya sebagai tathawwu'. Bulan yang siapa saja mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melakukan kebajikan, samalah ia mengerjakan fardhu di bulan yang lain; dan barang siapa melakukan fardhu, samalah ia dengan mengerjakan tujuh puluh fardhu di bulan lain. Bulan yang Allah tebarkan di dalamnya beragam kebaikan. Sungguh merugi seorang muslim yang menyia-nyiakan beragam amalan selama Ramadhan tiba.

Imam ath-Thabari dalam tafsirnya mengatakan bahwa puasa adalah; mencegah atau menahan dari apa yang Allah perintahkan untuk menahan darinya –al-kaf 'amma amarallahu bil kaffi 'anhu-(Tafsir ath-Thabari, iii/409). Dalam berpuasa, seorang muslim diperintahkan oleh Allah SWT. untuk menahan diri dari perkara-perkara yang membatalkan puasa semisal makan, minum, bersetubuh, juga dari perkara yang merusak pahala puasa seperti marah, berkata kasar dan kotor, berbuat keji, dsb.

Dengan melaksanakan puasa seorang muslim hakikatnya telah membentengi dirinya dari berbagai perbuatan keji dan mungkar. Nabi saw. bersabda:

« الصَّوْمُ جُنَّةٌ مَا لَمْ يَخْرِقْهَا »

Puasa itu adalah perisai selama ia (manusia) tidak melubanginya (HR. Ahmad).

Jika orang menjalankan puasa dengan sebak-baiknya dengan segala amalan di dalamnya, maka puasa itu akan benar-benar menjadi perisai baginya di akhirat kelak. Yaitu Allah jadikan pahalanya sebagai perisai dari api neraka. Nabi saw bersabda:

« الصِّيَامُ جُنَّةٌ مِنَ النَّارِ، كَجُنَّةِ أَحَدِكُمْ مِنَ الْقِتَالِ »

Puasa itu adalah perisai dari api neraka, seperti perisai seseorang dari kalian dari serangan musuh. (HR. An-Nasai, Ibnu Majah)


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post