Ramadhan Dan Khilafah


 M. Arifin (Tabayyun Center)


Umat Islam wajib bersatu secara riil, bukan teoretis. Mereka harus bersatu dalam satu wilayah negara dengan satu akidah dan satu syariah di bawah satu pemimpin, yakni khalifah. Itulah Khilafah. Haram hukumnya ada dua negara bagi kaum Muslim sedunia. Rasulullah saw. bersabda:


إِذَا بُوْيِعَ لِخَلِيْفَتَيْنِ فَاقْتُلُوْا آخَرَ مِنْهُمَا


Jika dibaiat dua orang khalifah, bunuhlah yang terakhir dari keduanya (HR Muslim).


Rasulullah saw. juga bersabda:


مَنْ أَتَاكُمْ وَأَمْرُكُمْ جَمِيْعٌ عَلَى رَجُلٍ وَاحِدٍ يُرِيدُ أَنْ يَشُقَّ عَصَاكُمْ أَوْ يُفَرِّقَ جَمَاعَتَكُمْ فَاقْتُلُوْهُ


Siapa saja yang datang kepada kalian, sedangkan urusan kalian terhimpun pada satu orang laki-laki (seorang khalifah), lalu dia (orang yang datang itu) hendak memecah kesatuan kalian dan mencerai-beraikan jamaah kalian, maka bunuhlah dia (HR Muslim).


Berdasarkan hadis tersebut serta fakta Khilafah Islamiyah yang berjalan selama 14 abad, Imam Taqiyyuddin an-Nabhani mendefinisikan Khilafah sebagai: kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syariah Islam dan mengemban risalah Islam ke seluruh penjuru dunia (Abdul Qadim Zallum, Nizhâm al-Hukmi fî al-Islâm, 2002: 34).


Abdurrahman al-Jazairi menjelaskan kesepakatan empat Imam Mazhab sebagai berikut, “Para imam (Abu Hanifah, Malik, Syafii dan Ahmad) rahimahumulLâh bersepakat bahwa umat Islam tidak boleh pada waktu yang sama di seluruh dunia mempunyai dua orang imam (khalifah), baik keduanya sepakat maupun bertentangan.” (Abdurrahman al-Jaziri, Al-Fiqh ‘alâ al-Madzâhib al-Arba’ah, V/308).


Dengan demikian, substansi dari ide Khilafah yang wajib diperjuangkan oleh umat Islam adalah perwujudan kehidupan Islam yang dicirikan oleh dua hal pokok. Pertama: kehidupan yang di dalamnya diterapkan syariah Islam dalam seluruh sendi kehidupan; baik kehidupan pribadi, keluarga maupun kehidupan bermasyarakat dan bernegara;  menyangkut aspek ibadah, makanan, minuman, pakaian, akhlak maupun muamalah serta ‘uqubat. Kedua: penyatuan kembali umat Islam yang kini bercerai-berai dalam lebih dari 50 negara ke dalam naungan Negara Khilafah Islamiyah.


Berjuang menegakkan Khilafah, selain merupakan perkara paling penting saat ini, juga menuntut pengorbanan besar. Para pejuangnya mestilah orang-orang yang siap mati. Hal ini hanya bisa dipikul oleh orang-orang yang memiliki keimanan yang kokoh, yang bertakwa, yang hanya berharap kepada Allah SWT, bukan kepada makhluk.


Ramadhan berperan membentuk dan memperkokoh takwa. Ramadhan mestinya memperkuat kesanggupan kita untuk berjuang menegakkan Khilafah dan menanggung segala risikonya. Jika kita ingin dicintai oleh Allah SWT maka taqarrub dengan berjuang menegakkan Khilafah merupakan jalan yang taqarrub yang sangat mendekatkan kita kepada-Nya.

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post