Ramadhan Mendekat, Luruskan Niat, Bersihkan Jiwa dengan Taubat


Adam Syailindra

Ramadhan tinggal beberapa hari lagi.  Setiap muslim bergembira menyambut kedatangannya.  Namun tahukah, tidak semua muslim yang bergembira menyambut kedatangannya ternyata mampu meraih kemuliaan Ramadhan.  Mengapa?  Karena mereka tidak mengetahui bagaimana cara menjalani masa yang diberkahi ini dengan benar.  Keadaan mereka hampir seperti yang diisyaratkan Rasulullah Saw. bahwa mereka berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Na’udzubillahi min dzalik.

Kokohkan ‘Azam

Berhasilnya sebuah cita-cita sangat tergantung pada komitmen (tekad).  Maka hal yang pertama harus ditancapkan adalah mengokohkan komitmen untuk mendapatkan kebaikan di bulan mulia ini.  Komitmen atau ‘azam haruslah ditancapkan disertai dengan sikap tawakal kepada Allah SWT.  Ini berarti setiap muslim harus memiliki kekuatan azam serta upaya yang sungguh-sungguh dengan penyandaran akan semua hasilnya kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman :

“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (TQS. Ali Imran [3] : 159)

Setiap muslim harus berkomitmen bahwa Ramadhan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, menambah amal sholih, membersihkan segenap dosa dan kesalahan serta bertaubat untuk kembali kepada jalan kebaikan (Islam).  Mereka juga harus menguatkan harapan bahwa amaliyah Ramadhan kali ini adalah yang terbaik dari yang pernah kita lakukan sebelumnya; bahwa semua kesalahan yang telah dibuat sebelumnya tidak terulang lagi.  Inilah mengapa Ramadhan harus menjadi bulan perubahan.

Luruskan Niat

Sesungguhnya setiap amal tergantung niat.  Demikianlah pesan Rasulullah Saw. yang sering kita dengar.  Maka, marilah kita pastikan bahwa semua amalan di bulan ini (dan tentunya di bulan-bulan lainnya) diniatkan ikhlas karena Allah SWT dan untuk mengharap ridha-Nya semata.  Puasa dan sahur yang berat, tidur yang teramat singkat dan tenaga yang begitu terkuras, bahkan jihad meski harus berpuasa tidak lain dilakukan agar Allah SWT menggolongkan kita semua sebagai hamba-hamba-Nya yang bertaqwa.  Setiap muslim dilarang mengharapkan nilai materi dari semua itu.  Jika hal ini yang terjadi, maka ibadahnya menjadi sia-sia belaka.

Allah SWT berfirman :

“Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb seluruh alam.” (QS. Al Anaam: 162)

Bersihkan Jiwa dengan Taubat

Tanpa jiwa yang bersih, niscaya kita akan merasakan beratnya menjalani ibadah di bulan Ramadhan.  Demikian pula, kita akan merugi jika kita memasuki bulan berkah ini, sementara masih banyak kemaksiyatan atau kemunkaran yang dilakukan.  Oleh karena itu, sebelum memasuki bulan mulia ini, hendaklah kita berserah diri dan bertaubat  kepada Allah SWT.  Selanjutnya, di bulan Ramadhan kita berusaha untuk melaksanakan berbagai kebaikan yang tentunya nilainya akan dilipat gandakan.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post