Ramadhan Momentum Menggiatkan Dakwah Politik


Aminudin Syuhadak (Direktur LANSKAP)

Ramadhan adalah bulan mulia yang diberikan Allah untuk menempa diri, agar kita semakin taat kepada-Nya. Bulan ini momentum untuk menggencarkan dakwah. Termasuk dakwah politik.  

Bentuk dakwah politik bisa bermacam-macam. Misalnya melakukan perjuangan politik (al-kifah as-siyasi), seperti mengkritik penguasa yang menjadi pelayan kepentingan Barat, mengkritik kebijakan penguasa yang menjalankan agenda neoliberalisme, dan sebagainya.

Dakwah politik penting untuk dilaksanakan oleh umat Islam. Pertama: karena dakwah politik inilah yang dulu dicontohkan oleh Rasulullah saw. selama 13 tahun di Makkah. Rasulullah saw. waktu itu melakukan perjuangan politik (al-kifah as-siyâsî) dengan mengecam para pemimpin Quraisy, membongkar kejahatan dan rencana mereka yang bertujuan untuk menghancurkan dakwah Islam yang dilaksanakan Rasulullah saw., dan sebagainya. Rasulullah saw. juga melakukan perang pemikiran (as-shirâ’ al-fikrî) dengan menyerang ide-ide kufur, misalnya ide menyekutukan Allah (syirik), mencela penyembahan berhala, mencela kecurangan dalam menimbang dan menakar, mencela perbuatan membunuh anak-anak karena takut miskin, dan sebagainya.

Dengan demikian, melaksanakan dakwah politik sesungguhnya adalah aktivitas meneladani Rasulullah saw. sebagai uswatun hasanah yang diwajibkan Islam atas kaum Muslim (QS al-Ahzab [33]: 21).

Kedua: karena dakwah politik inilah yang relevan dengan masalah utama (qâdhiyah mashîriyah) umat Islam sekarang. Masalah utama umat adalah mengembalikan hukum yang diturunkan oleh Allah SWT dengan jalan menegakkan kembali negara Khilafah, dengan cara mengangkat seorang khalifah bagi kaum Muslim. Masalah utama umat ini dengan sendirinya menuntut aktivitas yang relevan pula, yaitu aktivitas politik (‘amal siyâsî). Sebab, aktivitas menegakkan kembali Khilafah ini tiada lain adalah aktivitas politik, karena Khilafah adalah sebuah institusi politik. Mengangkat seorang khalifah (nashb al-khalifah) juga merupakan aktivitas politik, karena khalifah adalah pimpinan tertinggi institusi politik Islam tersebut.

Semoga pada bulan Ramadhan ini, saat aspek ruhiyah seorang Muslim menjadi lebih baik, diharapkan juga mampu meningkatkan kesadarannya terkait dengan aktivitas politik, aktivitas untuk menegakan kembali institusi politik Islam.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post