Ramadhan Tiba, Momentum Instropeksi Diri


Hadi Sasongko (Direktur POROS)

Marhaban ya ramadhan, bulan penuh berkah, bulan dimana ditutup pintu-pintu neraka dan syaitan-syaitan dibelenggu. Tetapi sudahkan kita meningkatkan kualitas iman, ketaatan dan amal-amal kita? Sudahkan ada perubahan yang lebih baik setelah berlalunya ramadhan?

Kita semua sering, apalagi selama Ramadhan, membaca firman Allah SWT:

] يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ[

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (TQS. al-Baqarah [2]: 183)

Dengan Ibadah puasa, orang yang beriman diperintahkan untuk memproses dirinya agar menjadi orang yang bertakwa dan makin bertakwa.  Di dalam Jami’ ash-Shahih al-Mukhtashar disebutkan bahwa takwa itu adalah rasa takut (al-khasyyah) yang perwujudannya adalah menjaga diri dari apa yang dapat menyebabkan mendapat siksa, berupa meninggalkan ketaatan atau mengerjakan kemaksiatan (Jami’ ash-Shahih al-Mukhtashar, i/7).

Puasa adalah salah satu kewajiban yang dibebankan Allah kepada kaum muslimin,yang Allah akan memberikan imbalan pahala bagi yang mengerjakannya, dan siksa bagi yang meninggalkannya. Status ini pun berlaku bagi perbuatan-perbuatan lain yang Allah wajibkan bagi kita, seperti shalat, zakat, berhukum dengan hukum Allah dalam seluruh masalah baik ekonomi, politik, bernegara, hubungan luar negeri, sosial,mengatur masyarakat,dan seluruh muamalah harus terikat dengan hukum-hukum Islam.

Sehingga dengan melaksanakan puasa ramadhan diharapkan akan lahir manusia-manusia yang bertaqwa yang melaksanakan seluruh perintah Allah karena ketaatannya, dan meninggalkan seluruh larangan Allah juga sebagai bentuk ketundukannya terhadap hukum-hukum Allah.

Pada Ramadhan kaum muslimin berbondong-bondong untuk taat kepada Allah, karena menyambut seruan yang telah Allah wajibkan kepada mereka, tetapi pada saat yang sama kita melihat sebagian besar kaum muslimin banyak melalaikan kewajiban-kewajiban yang telah Allah bebankan kepada mereka, bagaimana tidak, jika mereka membeda-bedakan satu hukum dengan hukum yang lain. Bagaimana dengan firman Allah berikut

 فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ

maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. (TQS al-Maidah [5]: 48)

Lihatlah negeri ini, hari demi hari kesejahteraan semakin jauh dari masyarakatnya, hanya dari beberapa kebijakan saja (impor beras, utang luar negeri) akan meningkatkan jumlah rakyat miskin.

Padahal Allah telah berfirman

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (TQS. al-A’raf [7]: 96).

Dalam ayat ini dijelaskan jika penduduk suatu negeri menginginkan  kesejahteraan yaitu dimana Allah akan melimpahkan berkah dari langit dan bumi haruslah terlebih dulu mereka beriman dan bertaqwa. Yaitu memurnikan ketauhidan hanya kepada Allah, dengan menjadikan Allah sebagi satu-satunya pembuat hukum, dan bertaqwa yaitu melaksanakan seluruh perintah Allah dan menjauhi Larangan-Nya.

Ramadhan ini saatnya kita menyambut seruan Allah. Dengan melaksanakan seluruh perintahNya dengan  menegakkan sistem yang dicontohkan oleh Rasulullah, yang akan memberikan kesejahteraan bagi semua.

يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (TQS al-Anfal [8]: 24

 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post