Rasulullah S.A.W Teladan Terbaik (1)


Rahmad Abu Zaki (Majelis Taklim Al Ukhuwah)

Allah SWT telah menjadikan Rasulullah saw. sebagai teladan terbaik bagi kaum Muslim dalam segala hal, mulai dari masalah rumah tangga hingga masalah negara. Sayang, banyak umatnya enggan meneladani beliau. Mereka lebih memilih untuk mencontoh dan mengikuti figur lain -termasuk dalam masalah kepemimpinan dalam konteks kenegaraan- yang sikap dan pemikirannya justru bertentangan dengan Islam.

Tak terbilang pujian yang disematkan kepada Rasulullah saw. atas kesuksesan beliau dalam memimpin umatnya. Bukan hanya dari umat Islam, pujian juga dari orang-orang kafir yang memusuhinya. Kesuksesan tersebut tentu tidak dapat dilepaskan dari pribadi beliau yang penuh dengan sifat mulia dan sistem kepemimpinan yang dibimbing wahyu. Beberapa sifat beliau dalam aspek kepemimpinan antara lain: Pertama, komitmen yang tinggi dalam mewujudkan risalah dalam kehidupan. Rasulullah saw. tidak sekadar diperintahkan untuk menyampaikan risalah Islam yang diwahyukan kepadanya, namun juga diperintahkan untuk menerapkannya sehingga menjadi dominan dalam kehidupan ini. Berbagai cobaan dan tantangan menghadang beliau, namun langkahnya tidak pernah surut.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Hisyam, ketika Rasulullah menyampaikan Islam kepada orang-orang Makkah, reaksi mereka biasa saja. Namun, ketika beliau menyebut dan mengkritik sesembahan mereka, Rasul pun dikecam dan ditentang, bahkan mereka bersepakat untuk memusuhinya. Sejumlah delegasi Qurays juga mendatangi paman beliau agar menghentikan sikap keponakannya itu. Jika tidak, mereka sendiri yang akan mencegahnya. Namun, Rasulullah tetap tak bergeming. Beliau hanya mengatakan, “Demi Allah, andaikan mereka meletakkan matahari di tangan kanan saya dan bulan ditangan kiri saya, sungguh saya tidak akan meninggalkannya hingga Allah memenangkan urusan (agama) ini atau saya mati karenanya.”

Hal yang sama juga tampak pada saat beliau hendak ke Makkah, kemudian beliau melakukan Perjanjian Hudaibiyah. Orang-orang Qurays berkumpul untuk mencegah kedatangan beliau. Mendengar hal tersebut beliau bersabda: “…Demi Allah, saya akan selalu berjihad memperjuangkan apa yang Allah utus saya untuk hal itu hingga Ia memenangkannya atau leher ini terputus (mati).”

Inilah visi utama (al-qadhiyyah al-mashiriyyah) Rasulullah saw. Dalam memenangkan Islam atas seluruh agama dan ideologi lainnya.

Berikutnya, berani dalam menjalankan tugas yang menjadi kewajibannya. Keberanian beliau tampak jelas dalam setiap aktivitas yang diterjuninya, baik dalam urusan militer maupun non-militer. Beliau merupakan sosok yang berani menghadapi berbagai situasi yang berbahaya meski kadang mengancam jiwanya. Ali ra. beliau berkata: “Kamu telah menyaksikan kami dalam perang Badar di mana kami berlindung di balik Rasulullah saw. Beliau adalah orang yang paling dekat dengan musuh. Pada hari itu beliau adalah orang yang paling banyak menderita.” (HR Ahmad dan disahihkan oleh Syuaib al-Arnauth)


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post