Seruan Menjelang Ramadhan: Meningkatkan Semangat Amar Ma'ruf Nahi Mungkar - SpeakUP-Community

Breaking

Breaking News:

test banner

Wednesday, April 7, 2021

Seruan Menjelang Ramadhan: Meningkatkan Semangat Amar Ma'ruf Nahi Mungkar


M. Arifin (Tabayyun Center)

Alhamdulillah. Tak lama lagi bulan Ramadhan 1442 H akan segera tiba. Bulan yang penuh berkah, yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang telah Allah SWT jadikan puasa sebagai fardhu dan qiyam Ramadhan sebagai tathawwu’.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah pembebasan dari siksa api neraka. Bulan yang barang siapa meringankan beban pembantunya, niscaya Allah SWT akan mengampuni dosanya dan memerdekakan dari neraka.

Bulan Ramadhan adalah bulan ketaatan dan muraqabah. Di sepanjang bulan Ramadhan, setiap muslim dituntut untuk menahan rasa lapar dan dahaga serta segala hal yang membatalkan puasa demi taatnya kepada Allah SWT. Taqwa adalah hikmah tertinggi dari ibadah shaum Ramadhan. Perwujudan taqwa secara individu tidak lain adalah dengan melaksanakan semua perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan-Nya. Sedang perwujudan taqwa secara kolektif adalah dengan menerapkan syariah secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara di bawah naungan Khilafah. Semua kebaikan yang didapat sepanjang bulan Ramadhan tentu menjadi kurang bermakna jika tidak ditindaklanjuti oleh pelaksanaan syariah secara kaffah, karena justru itulah sesungguhnya wujud ketaqwaan yang hakiki.

Berkenaan dengan kedatangan bulan Ramadhan tahun ini, hendaknya seluruh umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan sebaik-baiknya, didasarkan pada keimanan dan niat ikhlas mencari ridha Allah SWT semata sehingga hikmah puasa, yakni menjadi manusia bertawa dapat diraih. Umat Islam juga wajib menggiatkan berbagai ibadah dan kegiatan lain yang dapat mengokohkan keimanan dan keterikatan terhadap syariah.

Selain itu, umat Islam harus lebih giat dan bersemangat dalam berjuang dalam menegakkan syariah di muka bumi. Sebab, hanya dengan tegaknya syariah secara kaffah, maka kehidupan Islam, izzul Islam wal muslimin, serta kerahmatan bagi sekalian alam (rahmatan lil’alamin) dapat kembali terwujud.

Sebaliknya, seluruh tempat maksiat, termasuk berbagai tempat hiburan yang lazim digunakan kemaksiatan, harus ditutup. Demikian pula semua perbuatan maksiat, seperti korupsi, perzinahan, kedzaliman dan sebagainya; termasuk di dalamnya tindakan mengabaikan perintah dan larangan Allah SWT dalam syariah-Nya, semuanya wajib dihentikan. Bukan hanya selama bulan Ramadhan, tapi juga di luar bulan Ramadhan. Sebab, semua perbuatan dan tempat maksiat itu tidak selayaknya ada, apalagi di negara yang mayoritas penduduknya muslim ini.


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here