Seruan Menyambut Ramadhan 1442 H


 Fajar Kurniawan (analis senior PKAD) 


Marhaban ya Ramadhan. Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan 1442 H. Bulan penuh berkah. Bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang telah Allah jadikan puasa sebagai fardhu dan shalat malam sebagai tathawwu'. Bulan yang siapa mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan kebajikan, sama dengan ia mengerjakan fardhu di bulan yang lain; dan barang siapa melakukan fardhu, samalah ia dengan mengerjakan tujuh puluh fardhu di bulan lain.


Ramadhan adalah bulan sabar, dan sabar pahalanya surga. Ramadhan adalah bulan memberikan pertolongan, dan bulan dimana Allah akan menambah rizki mukmin. Bulan yang barang siapa memberi makanan berbuka, maka baginya ada ampunan dari Allah bagi dosa-dosanya dan kebebasan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan berbuka puasa, baginya pahala dari orang yang mengerjakan puasa itu tanpa sedikitpun mengurangi pahala orang itu.


Bulan Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah pembebasan dari siksa api neraka. Bulan yang barang siapa meringankan beban pembantunya, niscaya Allah akan mengampuni dosanya dan memerdekakan dari neraka.


Selama bulan Ramadhan, Allah menuntun untuk memperbanyak 4 hal. Dua hal pertama yang membuat Allah ridha yakni mengucapkan asyhadu an la ilaha illallah dan astaghfirullah. Dua perkara lain yang sangat disenangi manusia, yakni memohon sorga dan berlindung dari siksa api neraka. Barang siapa memberi minum kepada orang yang berpuasa, niscaya Allah akan memberi minum kepadanya dari air danau dengan suatu minuman yang membuat orang itu tidak akan kehausan lagi hingga ia masuk ke surga.


Berkenaan dengan kedatangan bulan suci Ramadhan, hendaknya seluruh umat Islam Indonesia agar mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya secara ruhiyah (mental), fikriyah (ilmu) dan jasadiyah (fisik) serta menggembirakan hati menyambut kedatangan bulan Ramadhan ini agar dapat melaksanakan shaum Ramadhan dengan khusyu’ dan penuh penghayatan sehingga seluruh hikmah puasa dapat ditangkap dengan baik.


Kepada pemerintah hendaknya bersungguh-sungguh menjaga situasi dan kondisi politik, sosial, ekonomi dan budaya agar tetap kondusif sedemikian sehingga umat Islam dapat melaksanakan shaum Ramadhan dengan khusyu’. Tempat-tempat maksiat harus ditutup. Dan mestinya bukan hanya selama bulan Ramadhan, melainkan juga di luar bulan Ramadhan. Sebagai gantinya dihadirkan tempat-tempat hiburan yang sehat, yakni yang halal dimana di dalamnya tidak terdapat perkara yang dilarang agama (pornografi dan pornoaksi, miras, narkoba, zina, pergaulan bebas dan sebagainya)


Kegundahan masyarakat yang terjadi akibat keputusan pemerintah kenaikakan harga sembago, naiknya TDL, naiknya utang luar negeri, maraknya impor, UU Omnibuslaw, kriminalisasi ulama dan aktivis dan berbagai peristiwa lain yang terjadi di tanah air hendaknya tidak mengganggu ketenangan dan kekhusyu’an ibadah umat Islam di bulan suci. Bahkan sebaliknya, suasana Ramadhan yang juga disebut syahrul jihad (bulan jihad) hendaknya memberikan suntikan semangat dan keteguhan untuk berpegang teguh kepada Islam, serta lebih giat lagi melakukan amar ma’ruf nahi mungkar dan berjuang demi terwujudnya kehidupan Islam melalui tegaknya kembali syariah secara kaffah di muka bumi.

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post