Sukses Ramadhan (1)


Abu Inas (Tabayyun Center)

Pada bulan ini orang - orang Mukmin manapun tentu sangat gembira atas nikmat bulan Ramadhan. Betapa tidak, Ramadhan adalah bulan agung, penuh berkah dan kemuliaan. Di dalamnya, secara khusus Allah SWT mewajibkan orang Mukmin berpuasa agar menjadi orang yang bertakwa. Tentu kegembiraan seorang Mukmin dalam mengisi Ramadhan dilandasi oleh hasrat untuk meraih segala keagungan, kemuliaan dan keberkahannya; juga dilandasi oleh semangat untuk memproses diri menjadi orang yang bertakwa demi meraih surga-Nya yang penuh dengan kenikmatan yang memang telah disiapkan untuk orang-orang yang bertakwa.

Rasul menyatakan bahwa orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan:

«لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانٍ يَفْرَحُهُمَا: إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ، وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ»

Orang yang berpuasa berhak mendapatkan dua kegembiraan: jika berbuka, ia bergembira; jika bertemu Rabb-nya, ia juga bergembira karena puasanya (HR al-Bukhari, Muslim, Ibn Majah, an-Nasa’i dan Ahmad).

Kegembiraan di bulan Ramadhan bersambut menyambut kegembiraan yang hakiki di akhirat kelak. Kegembiraan dalam Ramadhan hakikatnya adalah gembira karena bisa berpuasa. Dengan puasa itu orang Mukmin berpeluang mendapatkan keutamaan yang terkandung di dalamnya dan pahala sangat yang besar dari amalan puasa itu sendiri. Rasulullah saw. bersabda:

«كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ، اَلْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ، قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِيْ، وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ»

Setiap amal anak Adam dilipatgandakan; satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa sampai tujuh ratus kali. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya… (HR Muslim, an-Nasai, ad-Darimi dan al-Baihaqi).

Selain itu, dengan puasa Ramadhan seorang Mukmin juga berpeluang mendapat ampunan atas dosanya yang di masa lalu. Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَاناً وَاِحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Siapa saja yang berpuasa Ramadhan dengan dilandasi iman dan bersungguh-sungguh mencari ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu (HR al-Bukhari, an-Nasai, Ahmad, Ibn Majah dan Ibn Hibban).

Namun, semua keutamaan di bulan Ramadhan itu belum tentu bisa kita raih secara optimal. Ramadhan itu ibarat proses; output (hasil)-nya akan sangat dipengaruhi oleh input (masukan)-nya dan proses yang berlangsung.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post