Wahdatul Khilafah


Hadi Sasongko (Direktur Poros)

روى مسلم عن أبِي حازم قال: قاعدتُ أبا هريرةَ خمس سنين فسمعته يحدِّث عن النبيقال: َانَتْ بَنُو إِسْرَائِيْلَ تَسُوسُهُمُ الأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيُّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَأَنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي، وَسَتَكُونُ خُلَفَاءُ فَتَكْثَرُواْ، قَالُواْ: فَمَا تَأْمُرُنَا؟ قَالَ: فُواْ، بَيْعَةَ الأَوَّلِ فَالأَوَّلِ وَأَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ. رواه مسلم
“Dahulu politik Bani Israil selalu dipimpin oleh para nabi. Setiap ada nabi meninggal, maka digantikan oleh nabi berikutnya. Sesungguhnya tidak ada nabi lagi sesudahku. Dan akan ada para khalifah lalu mereka menjadi banyak”. Sahabat bertanya: “Lalu apakah perintahmu kepada kami?”, beliau menjawab: “Penuhilah baiat khalifah yang pertama, lalu khalifah yang pertama, dan berikanlah hak-haknya, sesungguhnya Allag SWT akan meminta pertanggungjawaban dari mereka atas rakyatnya ”. )HR Muslim([6]

Lafadz “khulafa” dalam hadis ini adalah jamak dari kata “khalifah”. Oleh karena itu, berdasarkan hadis ini dan hadis semisal lainnya, jelaslah bahwa penyebutan khalifah untuk pemimpin tertinggi dalam pemerintahan adalah penyebutan berdasarkan hadits. bukan semata istilah yang dibuat oleh para ulama. Meski demikian, memang tidak harus selalu disebut khalifah, melainkan bisa dipanggil dengan sebutan yang lain seperti, imam, amirul mukminin, sulthan, dan sebagainya selama maknanya tidak kabur. Yakni, selama yang dimaksud dengan julukan-julukan tersebut adalah al-imam al-a’zham (pemimpin tertinggi bagi umat Islam) atau khalifah.

Hadits ini juga merupakan perintah, agar kaum muslimin senantiasa berada dalam satu kepemimpinan. Oleh karena itu, kesatuan khilafah (wahdatul khilafah) merupakan salah satu pilar pemerintahan Islam. Dengan kata lain, setelah pembai’atan seorang khalifah itu sah, maka tidak boleh ada orang lain yang dibai’at. Pembai’atan khalifah yang kedua itu batal demi hukum. Namun , perlu dicatat bahwa ketentuan ini berlaku bila khalifah yang pertama tadi telah dibai’at secara sah.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post