Yang Perlu Diperhatikan Dalam Kebijakan Di Sektor Pertanian


Dede Wahyudin (Tabayyun Center)

Di tengah pandemi, sektor pertanian Indonesia dinilai susah berkembang, bahkan terus mundur, karena kebijakan pangan nasional tidak berdasar data yang kuat dan mengikat semua pemangku kepentingan (stakeholder). Karena tanpa bekal data yang valid dan memadai, kebijakan yang diambil akan cenderung bias pada kepentingan pengambil kebijakan. Ini terutama bisa terlihat pada upaya pihak tertentu mempermainkan data produksi pangan demi meloloskan impor sehingga mematikan petani nasional.

Berikut kebijakan Negara yang perlu diperhatikan dalam bidang pertanian harus berkisar mencapai hal-hal sebagai berikut:

1. Meningkatkan produksi makanan, termasuk mengembangkan teknik permesinan dan agraris terbaru.

2. Meningkatkan produktivitas pada bahan-bahan pakaian seperti kapas, wol dan sutera, hal ini untuk memenuhi kebutuhan pokok yang harus dimiliki tanpa terpaksa harus mengimpor.

3. Meningkatkan produksi barang-barang yang mempunyai pasaran luas, baik itu produk tekstil atau makanan seperti buah jeruk, kurma dan lain-lain.

Dalam perspektif sudut pandang Islami, negara perlu medorong para petani, khususnya mereka yang kemampuannya telah terbukti, untuk menyebarkan kemampuan ini, khususnya dalam metode pertanian pada rakyat yang tidak mempunyai kemampuan tersebut. Misal para petani Turki adalah yang paling trampil di dunia, sementara para petani Pakistan adalah petani yang teknologinya paling maju. Dorongan bisa datang berupa bantuan lahan pertanian yang luas ataupun berupa bantuan finansial secara langsung.

Negara harus masuk dalam pasar sebagai pemasok dalam penyediaan barang dan pembeli produk-produk pertanian, dengan tujuan untuk mengatur produksi pertanian dan menjaga para produsen pertanian dari fluktuasi pasar dan melawan pengaruh kondisi alam dan cuaca.

Negara harus mempunyai kontrol atas area produksi untuk alasan kualitas, dan untuk menanggulangi masalah-masalah kelebihan kapasitas dalam sektor-sektor agrikultur yang kurang penting.

Negara dalam prioritasnya harus menginvestasikan banyak uang yang dibutuhkan dalam kebijakan agrikultur umum karena dua hal mendasar. Satu, hal ini adalah kebutuhan yang paling pokok dalam taraf awal. Hanya perkembangan industri pertahanan dan konsumsi industri gas dan minyak yang harus ditekankan dalam agenda negara. Dua, agrikultur juga, Insya Allah, akan menjadi sumber terbesar pekerjaan yang kemudian menyediakan lapangan kerja dan lebih banyak memutar kekayaan dalam perekonomian.

Dengan demikian Negara harus berinvestasi dalam peralatan/permesinan dan teknik agrikultur terbaru. Negara harus membuat persyaratan perdagangan yang menarik sehingga kita bisa mendapatkan peralatan pertanian dan juga mendapatkan keuntungan dari teknik-teknik pertanian mereka.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post