Abai Terhadap Palestina Tanda Lemahnya Iman


 Oleh Ainul Mizan (Peneliti LANSKAP) 


Di tengah hiruk pikuknya kaum muslimin berempati terhadap Palestina, AM Hendropriyono justru melontarkan pernyataan yang kontraproduktif. Hendropriyono menyatakan bahwa untuk apa membela Palestina. Itu urusan Bangsa Arab dan Israel. Urus saja masalah dalam negeri sendiri. Demikian kurang lebih pernyataannya.


Mari sekarang kita menilik Sabda Rasulullah Saw yang menyatakan sebagai berikut ini. 


لا يؤمن احدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه

Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri (mutafaqun alaih).


فالنفي هنا للكمال والتمام، وليس نفيا لأصل الايمان

Pengingkaran di sini adalah pengingkaran terhadap kesempurnaan iman bukan pengingkaran akan asas keimanan.


(حتى يحب لاخيه) المسلم، (ما يحب لنفسه) اي من، الخير، والخير كلمة جامعة تعم الطاعات، والمباحات الدنيوية والاخروية، وتخرج المنهيات، لان اسم الخير لا يتناولها... 

Mencintai saudaranya yakni saudaranya muslim, (sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri) dari berbagai kebaikan. Kebaikan yang dimaksud mencakup semua bentuk ketaatan, hal yang mubah terkait urusan dunia, dan urusan akherat, serta meninggalkan hal-hal yang dilarang. Jadi disebut kebaikan bila tidak mendekati hal-hal yang dilarang tersebut.


Jadi pengertian yang bisa diambil dari hadits tersebut adalah tidak sempurna keimanan seseorang hingga ia mencintainya saudara muslimnya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri dari berbagai macam kebaikan. Mengajak saudara muslim lainnya untuk melakukan ketaatan dan meninggalkan segala kemungkaran adalah bentuk kecintaan kepada sesama muslim. 


Di dalam hadits lainnya, Rasulullah Saw menyatakan bahwa muslim itu adalah saudara muslim lainnya. Ia tidak mendzoliminya. Ia tidak menelantarkannya dan tidak menyerahkannya kepada musuh. Pertanyaannya, tatkala saudara-saudara muslim kita di Palestina sedang didholimi dan dibantai oleh Israel laknatullah, apakah kita tidak perlu peduli, atau kita abaikan saja? 


Tentunya bagi seorang muslim yang benar dalam keimanannya, maka ia akan menjadi sosok yang peduli dan berusaha membantu muslim Palestina. Ia akan menyeru kepada penguasa-penguasa kaum muslimin agar mereka mengerahkan tentara-tentara muslimin guna membebaskan Palestina dari cengkeraman Israel. Ia akan senantiasa siang dan malam menyerukan agar kaum muslimin segara bahu membahu untuk menegakkan Khilafah. Ya Khilafah adalah institusi Islam yang melindungi kehormatan kaum muslimin. Orang-orang yang benar keimanannya akan tergerak dengan Firman Allah Swt yang menyatakan:

وان استنصروكم في الدين فعليكم النصر

Jika kalian dimintai pertolongan (oleh saudara kalian) dalam urusan agamanya, maka wajib bagi kalian untuk menolongnya (Al-Anfal ayat 72).


Sesungguhnya saudara-saudara kaum muslimin di Palestina, Suriah, Uighur dan lainnya sedang meminta pertolongan dari saudara muslimnya yang lain. Maka sebagai saudara muslimnya, kita akan tergerak untuk menolongnya. Bukankah persaudaraan sesama muslim itu adalah bagaikan satu tubuh? Tatkala satu anggota tubuh sakit, maka seluruh anggota tubuh lainnya akan ikut merasakan sakit.


Walhasil jangan sampai kita termasuk orang yang kurang dan lemah imannya lantaran tidak peduli dengan penderitaan saudara muslim lainnya. Apalagi kita sampai berani menyejajarkan ajaran Khilafah dengan Komunisme maupun Liberalisme. 


Khilafah itu adalah ajaran Islam, sistem pemerintahan yang diwariskan oleh Rasulullah Saw. Melalui Khilafah, maka seluruh syariat Islam akan bisa diterapkan secara paripurna. Dan penerapan Islam secara paripurna akan mendatangkan Rahmat. islam adalah solusi bagi seluruh persoalan kehidupan manusia. Maka jangan khawatir Pak Hendropriyono, dengan tegaknya al-Khilafah maka seluruh persoalan bangsa dan negeri ini akan segera bisa diselesaikan. Baik itu masalah korupsi, utang luar negeri yang menumpuk, disintegrasi bangsa, pelanggaran HAM berat seperti kasus Talangsari, Tanjung Priok dan lainnya serta seluruh persoalan lainnya akan selesai dengan Islam.


Oleh karena itu, alangkah baiknya Pak Hendropriyono untuk fokus menyelesaikan masalah-masalah pelanggaran HAM berat di negeri ini daripada nyinyirin  aksi empati dan simpati kaum muslimin terhadap Palestina. Aksi simpati terhadap Palestina adalah wujud keimanan. Bukankah Rasul Saw menyatakan bahwa hancurnya dunia dan seisinya masih lebih ringan di sisi Allah Swt dibandingkan terbunuhnya seorang muslim secara dholim. 


# 19 Mei 2021

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post