Agar Terwujud al-Khawf Min al-Jalil


 Hadi Sasongko


Sebulan penuh, selama Ramadhan kita telah menghiasinya dengan puasa dan berbagai amal saleh. Semoga semua itu, terutama puasa, sukses menempa kita menjadi insan-insan yang bertakwa dan makin meningkat ketakwaannya.


Takwa itu, seperti yang diartikan para sahabat, bermakna al-khawf min al-Jalîl wa al-‘amalu bi at-tanzîl isti’dâdan li yawmi rahîl –rasa takut terhadap Zat yang Maha Agung, beramal sesuai dengan (tuntutan wahyu) yang diturunkan, sebagai persiapan menghadapi hari yang kekal-. Dengan terwujud dan makin meningkatnya ketakwaan dalam diri kita, seharusnya membuat kita makin memiliki rasa takut kepada Allah yang Maha Agung. Rasa takut yang lahir dari keimanan paripurna. Rasa takut yang mendorong kita untuk beramal dalam segala hal sesuai tuntutan wahyu. Dan semua itu kita lakukan sebagai persiapan menghadapi Hari Akhir, karena keimanan bahwa kita pasti akan menghadapinya guna mempertanggungjawabkan semua amal di dunia. Juga karena harapan agar kita meraih keridhaan Allah dan mendapat karunia dan kenikmatan yang telah Allah janjikan bagi orang-orang yang bertakwa.


Manifestasi ketakwaan itu adalah dengan melaksanakan hukum-hukum syariah secara keseluruhan. Saat ini sebagian dari hukum syariah memang bisa dilaksanakan, terutama terkait pribadi, tentang makanan, pakaian, minuman, akhlak, keluarga, dan sebagian muamalah. Di sisi lain, ada banyak hukum syariah yang belum bisa dilaksanakan saat ini terutama hukum-hukum terkait politik dalam negeri, pemerintahan, politik luar negeri, ekonomi, tata pergaulan, pidana dan hukum-hukum syariah tentang pengaturan masalah publik. Hal itu karena pra syarat pelaksanaannya belum terwujud. Padahal semua hukum itu adalah sama, yaitu hukum syariah yang bersumber dari wahyu yang tidak boleh dibeda-bedakan. Semuanya harus dilaksanakan sebagai wujud ketakwaan yang sudah ditempa selama Ramadhan. Pra syarat itu adalah adanya kekuasaan yang menerapkan syariah secara keseluruhan dan itu tidak akan terwujud kecuali dengan sistem Khilafah sebagai metode penerapan syariah yang telah ditetapkan, yang telah dilaksanakan dan dijaga oleh para sahabat dan generasi kaum Muslimin selanjutnya.


Maka untuk menyempurnakan dan melanggengkan ketakwaan yang sudah ditempa selama Ramadhan, hendaklah setiap Muslim turut terlibat secara aktif dalam perjuangan mewujudkan penerapan syariah Islam secara kaffah di bawah sistem Khilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian. Semua itu merupakan tuntutan dari keimanan kita, penyempurna manifestasi ketakwaan, sekaligus kewajiban dari Allah SWT.


Penerapan syariah dan penegakan Khilafah itu juga kebutuhan mendesak bagi dunia umumnya dan khususnya bagi kaum Muslim di seluruh negeri mereka. Kebutuhan mendesak akan Khilafah itu dituntut oleh berbagai bencana yang menimpa umat Islam hingga saat ini.

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post