Ambilah Satu Pelajaran


Agung Wisnuwardana

Sungguh saat-saat paling menyakitkan bagi orang zalim adalah ketika ia tersungkur dari tahtanya; saat-saat paling menyedihkan dan memalukan dari pandangan-pandangan menyimpang hingga menjadikannya sangat ingin sekiranya ia segera ditelan bumi, adalah saat-saat kerugian dan penyesalan ketika mati dan dimasukkan dalam tanah, ketika dihimpit dinding-dinding liang lahat, dan ketika malaikat maut mencabut nyawanya, di mana rasa sakit terasa di mana-mana.

Sungguh, dalam kehidupan seperti ini kezaliman sama sekali tidak berguna. Namun kepedihan kehidupan akhirat ini, tidak berpengaruh sama sekali bagi orang-orang yang sakit, sombong, angkuh, sewenang-wenang, dan anti kebenaran. Allah SWT berfirman:

وَلَوْ رُدُّواْ لَعَادُواْ لِمَا نُهُواْ عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

“Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka.” (TQS. Al-An’am [6] : 28).

Sungguh, seluruh dunia telah menyaksikan tingkah para diktator bengis yang keras kepala. Mereka menyembunyikan kedua telapak tangannya yang bersimbah darah rakyatnya akan kejahatan yang mewarnai hidupnya. Mereka seperti yang difirmankan Allah SWT.:

وَلَوْ رَحِمْنَاهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِم مِّن ضُرٍّ لَّلَجُّوا فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

“Andaikata mereka Kami belas kasihani, dan Kami lenyapkan kemudharatan yang mereka alami, benar-benar mereka akan terus menerus terombang-ambing dalam keterlaluan  mereka.” (TQS. Al-Mukminun [23] : 75).

Penguasa zalim yang ada di negeri-negeri kaum Muslim adalah benar-benar berprofesi melakukan kezaliman. Lalu mengapa hal itu belum membangkitkan umat, belum menyadarkan umat, belum memanfaatkan kesempatan dan peluang, serta belum berbuat apa-apa atas yang dilakukan oleh umat. Padahal Allah SWT telah berfirman:

وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا مَا حَوْلَكُم مِّنَ الْقُرَى وَصَرَّفْنَا الْآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ. فَلَوْلاَ نَصَرَهُمُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ قُرْبَانًا آلِهَةً بَلْ ضَلُّوا عَنْهُمْ وَذَلِكَ إِفْكُهُمْ وَمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ

“Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu  dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali. Maka mengapa yang mereka sembah selain Allah sebagai Tuhan untuk mendekatkan diri  yang tidak dapat menolong mereka. Bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka? Itulah akibat kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada-adakan.” (TQS. Al-Ahqaf [46] : 27).

Para boneka Eropa dan Amerika di dunia kaum Muslim perlu paham. Barat yang dianggap sebagai teman bahkan tuan, tidak akan pernah memberi manfaat ketika penguasa muslim membutuhkannya. Mereka akan menendang, melempar dan melupakan para penguasa agen. Pada saat-saat sulit mereka akan mengabaikan. Sehingga para penguasa boneke akan menghadapi akhir kehidupan sebagai seorang diri. 

Jadi, wahai para penguasa, mengapa kalian tidak berpikir, merenung dan menjaga kehormatan diri kalian. Era perubahan di masa mendatang sungguh sangat membinasakan. Lalu, mengapa kalian tidak mengambil langkah cepat untuk berbuat demi menjaga nasib kalian, sebelum orang-orang membunuh, menelan dan meninpakan kalian siksa yang menyakitan, di mana penyesalan sudah tidak berguna lagi. Kalian akan bahagia dengan belajar dari pengalaman Mubarak.

Allahumma, ya Allah. Ikatlah pada hati generasi umat ini keimanan, kesabaran dalam memuliakan agamanya, keteguhan dalam mengemban dakwahnya, dan keberanian yang terus memuncak dalam mengangkat benderanya. Dan kokohkan kedudukan kami di bumi, jadikan kami berkuasa di bumi, gantilah suasana kami sesudah kami berada dalam ketakutan menjadi suasana aman dan tentram, sesudah kami dalam kehinaan menjadi mulia, dan setelah kami dalam kelemahan menjadi kuat yang tak terkalahkan.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post