Bencana Kekosongan Spiritualitas


 Mahfud Abdullah (Direktur Indonesia Change)


Peradaban sekuler barat, tengah dan timur semakin mengacaikan kehidupan manusia. Yang paling mendasar kegagalan peradaban sekuler adalah masalah kekosongan spiritualitas yang telah meliputi umat manusia saat ini. Di samping itu adalah tiadanya akidah sahih yang mengatasi permasalahan paling mendasar umat manusia (‘uqdah al-kubrâ) dan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan: dari mana; hendak ke mana; serta apa tujuan diciptakannya manusia dan segala yang ada. Dengan itu, manusia dapat mengetahui hakikat dirinya dan perannya di dalam kehidupan ini.


Kekosongan spiritualitas, lenyapnya akidah sahih dan tiadanya pemahaman akan tujuan dari keberadaan manusia itu tercermin dalam kehidupan sehari-hari umat manusia saat ini. Anda dapat melihatnya jelas di depan mata, yaitu tercermin dalam kesempitan hidup yang dijalani manusia serta kelelahan akibat berjalan menuruti naluri-naluri yang tidak akan pernah terpuaskan. Keputusasaan dan keterpurukan itulah yang telah menuntun jutaan manusia di dunia untuk melakukan bunuh diri, pelecehan wanita, penghancuran keluarga serta pencampakkan nilai-nilai moral, kemanusiaan dan spiritual. Sebaliknya, mereka menjunjung tinggi kepentingan pribadi, individualisme, nilai materi dan nafsu jasadiah. Hal itu telah menyengsarakan kehidupan berjuta-juta manusia. Akibatnya, manusia hidup di bawah mimpi buruk dari kebuasan yang bersifat materi ini. Mereka telah mempersempit diri sendiri. Dunia pun menjadi sempit bagi mereka akibat apa yang terjadi.


Hanya Islam, melalui Daulah Khilafah Rasyidah, yang akan mampu menyelesaikan permasalahan besar itu. Hal itu dilakukan melalui langkah-langkah praktis yang akan dilaksanakan oleh Daulah Khilafah nanti jika Allah berkehendak merealisasikannya untuk kita. Secara ringkas hal itu adalah sebagai berikut:


Pertama, berdirinya Khilafah. Khilafah adalah satu negara yang berdiri di atas asas akidah Islam dan hukum-hukum syariah. Keberhasilan dalam mewujudkan masyarakat islami yang aman dan tenteram, maju di segala bidang kehidupan (sains, industri dan konstruksi) di bawah nilai-nilai spiritual, kemanusiaan dan moral merupakan seruan yang sangat berpengaruh kepada umat manusia. Hal itu akan menarik perhatian umat manusia dan mendorongnya untuk memikirkan dan meneladaninya. Jika di tengah-tengah kondisi tiada contoh praktis penerapan Islam di tengah kehidupan saja ratusan ribu, bahkan jutaan manusia, bisa masuk Islam, maka kami berani menegaskan bahwa dengan pertolongan Allah, umat manusia akan masuk ke dalam agama Allah ini secara berbondong-bondong dengan adanya contoh praktis dan hidup atas penerapan Islam di tengah-tengah kehidupan.


Kedua, Kehadiran Khilafah yang kuat di kancah internasional dan antar bangsa akan menjadikan masalah keimanan, akidah serta nilai-nilai spiritual, moral dan kemanusiaan menjadi masalah yang akan terus menjadi poros di dunia; menyebabkan berlangsungnya diskusi, dialog, pengkajian dan pemikiran. Hal ini akan terus berlangsung sampai suasana itu meliputi seluruh dunia.


Ketiga, poros politik luar negeri Daulah Khilafah adalah mengemban Islam ke seluruh dunia melalui dakwah dengan segenap sarana dan diserukan dari berbagai sisi, juga melalui jihad dan pembebasan. Lalu umat manusia akan masuk ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong tanpa paksaan, setelah mereka melihat kebenaran dan keadilan Islam ketika mereka meminta dihukumi dengan hukum-hukum Islam.


إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ۝ وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا۝ فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا۝


Jika pertolongan Allah dan kemenangan telah datang, lalu kamu menyaksikan manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat. (QS an-Nashr [110]: 1-3)

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post