Doa Dan Pembebasan Palestina Ganasnya Israel


 Mahfud Abdullah (Direktur Indonesia Change)


Israel kembali beringas. Serangan Israel saat ini mengakibatkan sedikitnya 20 orang meninggal, termasuk 9 anak-anak dan seorang komandan senior Hamas. Sementara 65 orang lainnya dikabarkan mengalami luka-luka. Israel meluncurkan serangan udara mematikan di Gaza sebagai respons serangan roket yang ditembakan Hamas dan militan Palestina. Eskalasi kekerasan ini terjadi setelah terjadi kerusuhan di kompleks Masjid Al-Aqsa.


Sementara sikap penguasa muslim sekeliling Palestina masih sekedar kecaman dan menahan pasukan mereka untuk membantu Israel. Sikap seperti ini bukanlah sikap mulia sekaligus menandakan bahwa itu bukan berasal dari umat Islam. Karena umat Islam adalah satu tubuh, dimana ada tubuh yang terluka maka bagian lain pun akan merasakan perihnya luka tersebut.


Namun, semua reaksi penguasa negeri - negeri kuslim itu tidak akan cukup. Dunia muslim memang masih setengah hati dalam menyelesaikan konflik Palestina. Bertahun-tahun mereka melakukan hal yang sama : berseru, mengutuk, mengadakan forum, membantu perundingan, mengirimkan bantuan, dana dan doa, namun tak satupun upaya itu menggentarkan Israel. Israel tetap jumawa, tetap menghukum penduduk anak-anak dan perempuan jika mereka tersinggung dengan perlakuan para pemuda dan mujahid Palestina. Padahal Allah dalam banyak ayat dalam Al Qur’an memerintahkan muslim yang mu’min untuk balas menyerang musuh yang jelas-jelas telah menghinakan darah para syuhada dan muslim lainnya.


Rasulullah Saw mewariskan ikatan Ukhuwah Islam di antara umat Islam yang tidak ada bandingannya, dimana ikatan ini lebih kuat dari ikatan kebangsaan bahkan ikatan darah sekalipun sehingga dakwah Rasulullah dianggap sebagai sihir oleh kaum kafir Qurais. Ikatan Islam ini juga yang membuat muslim Rohingya, Uighur, Pattani dan Suriah menyatakan simpatinya terhadap Muslim Gaza meski merekapun juga menderita. 


Penderitaan dan penindasan yang dirasakan umat justru kian menguatkan kebangkitan Islam. Dimanapun itu baik di Suriah, Gaza, Afrika Tengah, Myanmar, Xinjiang ataupun Papua telah mengguncang setiap dada Muslim yang beriman. Apapun yang terjadi di Timur, semua umat Islam di Barat peduli tentang hal itu, begitupun apapun peristiwa di Barat seluruh umat Islam di Timur akan bereaksi. Masya Allah, ikatan Ukhuwah Islam telah membuat umat Islam yang terserak menjelma menjadi umat yang satu, memiliki detak jantung yang satu, derap langkah yang satu dan suara global yang satu.


Mari kita berdoa kepada Allah agar umat Islam terlindung dari paham separatisme, sektarianisme bahkan nasionalisme yang menjadi senjata kuno beracun Barat untuk memecah belah kekuatan umat Islam. Termasuk isu Papua dan gerakan separatisnya yang selama ini telah ditunggangi oleh pihak asing untuk memisahkan diri dari wilayah Indonesia.


وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًۭا مَّآ أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّهُۥ عَزِيزٌ حَكِيمٌۭ


“Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telahmempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Mahaperkasa lagi Maha bijaksana” (QS. Al Anfal : 63)

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post