Ingat! Darah Warga Palestina Dulu Dibela Tentara Shalahuddin, Melalui Tangan-Tangan Azh-Zhahir Baibars...


Mahfud Abdullah (Direktur Indonesia Change)

Dikabarkan terus bertamabah warga Palestina yang meninggal akibat gempuran Israel melebihi 100 orang. Seperti dikabarkan AFP, Jumat (14/5/2021), Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan sebanyak 103 warga Palestina terbunuh akibat konflik dengan Israel yang meningkat 4 hari belakangan ini. 103 warga tewas itu termasuk 27 anak-anak dan 11 wanita.

Namun yang patut kita sorot adalah para penguasa di negeri muslim di sekitar Israel adalah pendukung pertama Israel. Mereka menjaga keamanan Israel. Mereka menyesatkan masyarakat dengan kekuatan entitas ini, padahal seandainya dibuka ruang untuk pasukan kaum Muslimin dalam berperang dengan benar dan ikhlas, niscaya mereka menemukan bahwa kekuatan entitas ini lebih rapuh dari sarang laba-laba.

Darah warga Gaza yang suci lagi bersih tidak akan bisa dibela oleh mediator netral yang mengunjungi Gaza untuk menenangkan suasana. Juga tidak oleh delegasi yang datang untuk berbela sungkawa. Sama halnya juga tidak oleh pernyataan menyala-nyala dari raja, presiden, dan amir, yang tidak lebih merupakan tipu muslihat, di mana semuanya tertawa di balik pintu. Mereka tidak serius menjadikan entitas Yahudi sebagai musuh, bahkan sama sekali tidak ada kesungguhan dari mereka. Mereka juga tidak mengambil orang-orang berakal dan bijak dari umat ini untuk posisi penting. Mereka hanya mengambil orang-orang yang hatinya buta sebelum mata mereka, sehingga mereka menjabat tangan penguasa ini dan itu, karena mengirim utusan menyampaikan bela sungkawa atas musibah mereka; padahal entitas Yahudi membombardir mereka sementara delegasi bela sungkawa masih ada di samping mereka.

Sesungguhnya darah warga Gaza tidak bisa dibela dengan cara ini dan itu. Melainkan hanya bisa dibela dengan pasukan yang bergerak dari Sinai, Sungai Jordan, selatan Lithoni, dan Golan; baik semuanya atau sebagiannya, menghadapi entitas Yahudi, pasukan yang di tengah armadanya mengusung sumpah Abu Bakar ra agar musuh melupakan bisikan-bisikan setan. 

Begitulah wahai kaum Muslimin, darah warga Palestina dahulu dibela dengan tangan-tangan tentara Shalahuddin, melalui tangan-tangan azh-Zhahir Baibars. Begitulah darah warga Palestina wajib dibela dengan tentara kaum Muslimin yang semangatnya membara untuk memerangi entitas Yahudi. Hanya dengana cara itulah darah warga Gaza yang suci bisa dibela. Tidak bisa dibela dengan sesuatu yang lain. Tidak seorang pun yang berakal sehat mengatakan cara lain, kecuali dia termasuk orang yang buta mata dan pikiran, buta dunia dan buta akhirat.

]وَمَنْ كَانَ فِي هَذِهِ أَعْمَى فَهُوَ فِي الْآخِرَةِ أَعْمَى وَأَضَلُّ سَبِيلاً [

Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar). (TQS al-Isra’ [17]: 72)

Wahai tentara shiddiqun di dalam pasukan kaum Muslimin:

Tidak adakah di antara Anda orang cerdas yang dengannya para penguasa terpaksa memperlakukan Yahudi dengan perlakuan perang riil, lalu ia menggerakkan pasukan untuk mencabut entitas ini?


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post