Islam Dan Perempuan


 Achmad Fathoni (Direktur HRC)


Islam telah memberikan jaminan kepada perempuan untuk menjalani kehidupannya secara baik dan tidak teraniaya. Syariah Islam menjaga perempuan agar bisa melakukan tugasnya dengan baik. Hukum melahirkan, menyusui, mengasuh anak, melayani suami, menjaga diri dalam kehidupan umum dan sebagainya adalah bukti bahwa Islam tak pernah sedikit pun membuat perempuan repot, merana, sengsara, apalagi terlecehkan kehormatannya sebagaimana kondisi sebagian Muslimah di negeri-negeri tadi.


Sejarah pun mencatat bukti perlindungan Islam terhadap kehormatan perempuan.  Tak hanya dalam bentuk penerapan hukum syariah, Daulah (Khilafah) Islam bahkan mengerahkan pasukan khusus demi membela kehormatan perempuan.  Inilah yang menunjukkan bahwa kehormatan perempuan adalah perkara mahal yang mau tidak mau harus dijaga.  Segala daya upaya akan dilakukan negara termasuk dengan mengerahkan pasukan.  Pasukan diturunkan untuk menghilangkan hambatan fisik yang menyebabkan kehormatan perempuan dilecehkan.


Sejarah mencatat peristiwa pengusiran Yahudi Bani Qainuqa pada masa Rasulullah saw. sebagai bentuk sikap tegas beliau terhadap semua pihak yang mengganggu stabilitas kehidupan kaum Muslim. Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal.  Selain dipicu oleh kedengkian kaum Yahudi terhadap kemenangan kaum Muslim di Perang Badar, peristiwa ini juga dipicu oleh sikap permusuhan mereka yang makin nyata terhadap kaum Muslim sehingga mereka melanggar perjanjian.


Suatu ketika datang seorang Muslimah Arab yang hendak berbelanja di pasar.  Kebetulan ia berbelanja di tempat milik orang Yahudi.  Karena permusuhannya, ia bermaksud melecehkan perempuan tadi dengan mengikat ujung kain perempuan itu sehingga ketika ia bangkit terlihatlah auratnya.  Melihat hal itu orang-orang Yahudi terbahak-bahak sambil menghina.  Perempuan itu pun meminta tolong. Seorang Muslim yang kebetulan melihat dia menjadi marah.  Dia menikam Yahudi itu dan membunuhnya.  Pembunuhan itu mengundang kemarahan kaum Yahudi lain hingga si Muslim itu pun terbunuh.  Perselisihan besar akhirnya terjadi antara kaum Muslim dan Yahudi.


Berita peristiwa ini sampai kepada Rasulullah saw.  Beliau meyakini bahwa Yahudi Bani Qainuqa telah nyata-nyata memusuhi umat Islam bahkan telah berani melanggar kehormatan Muslimah.  Rasulullah saw. pun memerintahkan mengepung kaum Yahudi ini dengan sangat rapat dan memerintahkan untuk membunuh seluruhnya.  Namun, mereka meminta untuk diampuni. Akhirnya, Rasulullah memenuhi permintaan mereka hingga mereka diusir seluruhnya dari wilayah Madinah dan pergi menuju perbatasan Syam.


Demikianlah sikap tegas Rasulullah saw. terhadap semua upaya yang melecehkan umat Islam termasuk Muslimah. Tersingkapnya aurat saja sudah menggetarkan jiwa kaum Mukmin untuk mengerahkan segala kemampuan agar sang pembuat keonaran bisa dihilangkan dan kebenaran bisa ditegakkan. Tentu keadaan seperti itu berbeda sekali dengan saat ini ketika pembunuhan, perkosaan dan sebagainya belum juga menggerakkan hati para tentara Muslim.

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post