Kebangkitan Dunia Islam Adalah Keniscayaan


 Suardi Basri (Direktur HRC) 


Satu fenomena menarik yang mewarnai perjuangan rakyat di Dunia Islam adalah semangat Islam. Ini yang terlihat dalam spirit Arab Spring yang terus menyala dari 10 tahun lalu. Rakyat menginginkan Islam. Mereka menggunakan simbol-simbol Islam. Mereka menginginkan Islam. Mereka pun menyadari bahwa upaya mereka juga menghadapi kendala dari negara kafir Barat berupa pembelokan ke arah yang diinginkan Barat.


Di Suriah, rakyat sangat memahami apa yang terjadi di negara tetangganya seperti Tunisia, Libya dan Mesir. Mereka tak mau kejadian yang sama melanda negeri itu. Mereka terus berjuang dengan kemampuannya sendiri melawan pemerintah bengis Assad meski dengan senjata seadanya.


Dengan tegas mereka menolak negara demokrasi yang ditawarkan antek-antek Barat. Mereka menolak kompromi dengan Assad dan juga kalangan oposisi pro Barat. Mereka menolak ‘Negara Madani’ ala Barat. Dengan tegas mereka menyatakan keinginannya untuk menegakkan Khilafah di Suriah.


Sikap tegas rakyat Suriah ini menjadi magnet bagi kaum Muslim di berbagai kawasan lain di dunia untuk membantu rakyat Suriah. Mujahidin dari berbagai negara masuk ke negeri itu. Mereka tak lagi memandang bangsa dan ras. Mereka berjuang untuk tegaknya Khilafah.


Dukungan untuk tegaknya syariah Islam ini memang tak bisa dibendung. Telah muncul kesadaran bersama akan kewajiban menegakkan Islam dalam naungan Khilafah di negeri-negeri Islam. Hal itu bisa dinilai dari berbagai survei.


Hasil survei British Council yang pernah dipublikasikan awal April 2013 menunjukkan, pemuda Pakistan lebih memilih hukum Islam dibandingkan dengan demokrasi. Lebih dari separuh dari 5.000 responden berusia 18-29 tahun yang disurvei mengatakan, demokrasi Pakistan tidak baik. Selain itu, 94 persen mengaku Pakistan ke arah yang salah. Ketika responden diminta untuk memilih sistem politik terbaik, mereka menyukai dan memilih syariah Islam dan pemerintahan militer dibandingkan dengan demokrasi. “Generasi yang disurvei merasa pesimis, kecewa dengan demokrasi setelah lima tahun pemerintahan sipil,” kata wartawan BBC News di Islamabad, Pakistan seperti dikutip dari BBC News, Rabu (3/4/2013).


Survei ini melengkapi survei-survei sebelumnya yang sampai pada kesimpulan bahwa keinginan kaum Muslim di berbagai kawasan untuk hidup di bawah naungan Islam terus mengalami peningkatan. Kesadaran ini tidak hanya terjadi di negeri berpenduduk mayoritas Muslim, tetapi juga di Barat.


Di Dunia Islam, mulai muncul kesadaran bahwa sistem demokrasi-kapitalisme tidak memberikan ruang bagi penerapan syariah Islam secara kaffah. Selama ini mereka merasakan dengan sendirinya bagaimana sistem itu gagal menyelesaikan persoalan umat. Kesadaran ini juga didukung oleh pemahaman kaum Muslim yang makin meningkat terhadap Islam. Dakwah Islam yang menyerukan penerapan syariah dan Khilafah menjadi salah satu pendorong kesadaran tersebut muncul.


Secara empiris, problematika kaum Muslim di berbagai penjuru dunia saat ini tidak bisa diselesaikan oleh sistem yang ada. Muslim Rohingya, Palestina dan di berbagai belahan dunia Islam lainnya, hidup dalam dekapan penderitaan tiap hari. Amerika dan Barat justru membiarkan kondisi tersebut. Sekat-sekat nation-state (negara-bangsa) telah menghalangi kaum Muslim untuk saling membantu satu sama lain.


Kaum Muslim yang hidup di kawasan yang menghasilkan 70 persen kekayaan alam dunia hidup tidak sejahtera dan dilingkupi keserakahan dunia Barat. Belum lagi sebagian dari mereka harus berhadapan langsung dengan moncong senjata Barat tanpa ada yang membantunya.


Walhasil, kebangkitan Dunia Islam adalah mutlak. Jika pada masa lalu, kemunduran Islam itu diakibatkan oleh sikap kaum Muslim meninggalkan ajaran Islam, maka kesadaran baru kaum Muslim untuk memegang erat Islam menjadi katalisator kebangkitan Islam.


Penulis Amerika, Profesor Noah Feldman dari Harvard, menyatakan bahwa kemunduran syariah Islam pada masa lalu akan diikuti dengan kebangkitan syariah Islam, suatu proses yang berakhir pada terbentuknya Khilafah Islam. Dalam bukunya yang terbit pada tahun 2008 berjudul, Kejatuhan dan Kebangkitan Negara Islam, ia menuturkan, beberapa kondisi tertentu diperlukan untuk memenuhi proses kebangkitan. Negara Islam akan menerapkan keadilan bagi umat. Namun, negara tersebut tidak bisa dibangun dengan menerapkan sistem lama; harus mengenalkan sistem yang baru.


Nah, kesadaran kaum Muslim untuk menegakkan syariah dalam bingkai Khilafah Islam makin meningkat. Kaum Muslim sudah mulai menyadari bahwa ketiadaan kehidupan islami yang di dalamnya diterapkan syariah Islam oleh negara adalah sebuah kesalahan. Keruntuhan Daulah Khilafah Islam pada 1924 sesungguhnya merupakan umm al-jara-’im (induk kejahatan). Ketiadaan Khilafah Islam adalah pangkal dari segala malapetaka,  kerusakan dan problem yang menimpa umat Islam di seluruh dunia. Mereka pun mulai sadar bahwa ada kewajiban dari Allah SWT untuk berhukum pada hukum-hukum Allah secara kaffah. Itu tidak akan mungkin tanpa institusi Islam yang menerapkannya secara global, yakni Khilafah.

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post