Muslim India Di Bawah Dominasi Sistem Sekuler (2)


 Ilham Efendi (Direktur RIC)


Sulit dipungkiri, ada upaya dari negara Hindu itu untuk menutupi pembantaian massal mereka terhadap umat Islam di Gujarat. Seperti yang banyak dilaporkan, sejak terjadinya kerusuhan di Gujarat Februari 2002, ribuan kaum Muslim terbunuh, diperkosa, dan dibakar hidup-hidup. Hingga saat ini, banyak di antara mereka yang masih tinggal di kamp-kamp pengungsi dengan kondisi sangat menyedihkan. 


Sebagai negara demokrasi terbesar di dunia, sekaligus bertentangan dengan ajaran Gandi tentang ajaran ahimsa; perjuanganan tanpa kekerasan. Ironisnya, Gujarat merupakan tempat Mahatma Gandhi lahir.


Disamping, pembantaian di Khasmir yang kunjung berhenti hingga saat ini, salah satu peristiwa yang sangat menyakitkan umat Islam adalah penghancuran Masjid Babri di Ayodhya oleh militah Hindu pada 1992. Penghancuran Masjid Babri ini telah memicu tewasnya ribuan kaum Muslim yang dengan gagah berani berusaha mempertahankan masjid Allah tersebut.


Penghancuran masjid ini dimotori oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Athal Bihari Fajpaye saat itu  berkuasa di India. Tidak berhenti sampai di sana, hingga saat ini, ekstremis Hindu tetap ‘ngotot’ untuk membangun kuil di atas reruntuhan Masjid Babri tersebut. Para Hindu ekstremis tetap ingin membangun kuil meskipun pemerintah India telah melarang. Ada kesan, pemerintah India hanya berpura-pura melarang, karena mereka tidak melakukan tindakan yang tegas kepada kelompok Hindu. 


Dengan kesombongannya, Asywak Sinagal, kepala kelompok Fisywa Hindu, menyatakan di hadapan pers bahwa kelompoknya akan tetap bertekad melanjutkan rencana mendirikan kuil di Ayodhya.


Memang sangat mengherankan, bagaimana dunia diam terhadap pembantaian kaum Muslim di Gujarat baru-baru ini. Amerika Serikat,yang sering berkoar-koar tentang HAM, juga tidak banyak berbuat. Padahal, dari bulan 28 Februari, gerombolan orang-orang Hindu membunuh sedikitnya 2000 Muslim di seluruh Gujarat.


Mayat yang hangus terbakar dan beberapa orang Muslim yang selamat dengan terluka, membuktikan bahwa orang Muslim dibakar hidup-hidup secara sistematis oleh orang Hindu. Berdasarkan laporan dari banyak saksi mata yang bisa dipertanggungjawabkan, wanita Muslim dan anak-anak perempuan diperkosa beramai-ramai dan kemudian dibakar hidup-hidup atau dipotong bagian-bagian tubuhnya untuk menyembunyikan bukti. Bahkan, para wanita Muslim yang sedang mengandung dibelah perutnya saat dia masih hidup. Dia kemudian menjadi saksi kematian bayi yang dikandungnya, sebelum dia sendiri meninggal dunia. Orang-orang Hindu dipersenjatai dengan senjata yang mematikan. Orang-orang Hindu juga diberikan data ‘intelijen’ yang rinci seperti daftar nama pemilih dan data harta milik orang-orang Islam. Dengan itu, mereka bisa menghancurkan harta kekayaan milik orang Muslim secara selektif tanpa menyentuh milik orang Hindu.


Inilah yang secara konsisten dilakukan oleh negara Hindu terhadap kaum muslimin di India lebih dari 50 tahun. Untuk itu, negara Hindu ini bersekutu dengan musuh kaum Muslim yang lain seperti Israel (Yahudi) dan Amerika Serikat. Mahabenar Allah dalam firman-Nya:


]لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ ءَامَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا[


Sesungguhnya kamu pasti akan mendapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS al-Maidah [5] : 82).

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post