Orangtulah Pendidik Utama Dan Pertama Generasi


 Romadhon Abu Yafi (Bengkel IDE)


Mempersiapkan diri menghadapi pernikahan merupakan hal yang harus dilakukan, karena tugas menjadi istri dan suami adalah tugas mulia yang amat berat. Mereka kelak akan menjadi orang tua. Dan para orangtua adalah peletak dasar generasi penerus bangsa dan penerus peradaban, di tangan ayah dan Ibu pemimpin masa depan umat lahir.


Menjadi seorang Ibu bukan sekedar menjalani tugas kodrati untuk mengandung dan melahirkan, demikian pula tugas suami bukan hanya mencari nafkah semata, karena tugas mendidik dan membesarkan anak sehingga siap menanggung tugas Illahi merupakan tanggung jawab orangtua. Tugas berat ini hampir terlupakan oleh sebagian masyarakat sehingga perlu ada revitalisasi visi orangtua. 


Pada dasarnya muslim dan muslimah adalah manusia mempunyai dua tugas yang diberikan Allah SWT yaitu: Melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah baik dalam beribadah maupun dalam kegiatan sehari-hari; Serta menjadi kholifah fil Ard yaitu membangun dunia ini dengan karya-karya yang bermanfaat untuk umat manusia. Untuk menjalankan tugas tersebut, Allah SWT melengkapi manusia dengan akal untuk memahami Al-Qur’an hadits sebagai pedoman hidup, kebutuhan jasmani seperti makan, minum, tidur dan naluri/gharizah tadayyun untuk mengagungkan sesuatu di luar dirinya, gharizah baqo’ untuk mempertahankan diri dan gharizah nau’ untuk melestarikan keturunan. Menikah adalah manifestasi dari ghorizah na’u yang berfungsi untuk melestarikan keturunan manusia dan mewujudkan ketentraman hidup bagi suami istri sehingga bisa optimal dalam menjalankan dua tugas manusia hidup di dunia ini.


Sehingga menjadi seorang ibu bukan menjadi induk, begitu pula seorang ayah. Tugas mereka sebagai pencetak generasi, karena orangtua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. Orangtua hakikatnya adalah guru dari para pemimpin negeri, ulama besar, dan profesional handal dan lainnya, sehingga setiap calon ayah ibu harus menyadari tugas penting tersebut. Mempunyai ilmu yang cukup untuk menjadi suami/istri dan merekalah yang dapat mencetak generasi robbani merupakan hal yang harus siapkan.


Karena apabila kurikulum pendidikan formal tidak ada pelajaran tentang peran dan tugas mulia seorang ibu / ayah maka harus mencari sendiri dari buku, seminar, pengajian dan sebagainya. 


Kita berharap pemerintah mampu menyelenggarakan pendidikan yang memberi bekal pengetahuan yang cukup kepada peserta didik sehingga nantinya siap menjalankan peran sebagai suami/istri yang sholeh/sholehah dan orangtua yang tangguh.

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post