Palestina Butuh Imam Yang Mampu Menjadi Perisai


 Ahmad Rizal (Direktur ELFIKRA) 


Sejak akhir Ramadhan hingga awal Syawal 1442H, saudara kita di Gaza Palestina dibombardir dengan aneka senjata pemusnah oleh entitas pendudukan Yahudi Israel. Tak sedikit yang jadi korban, dan ratusan orang gugur menjadi syuhada. Masjid, sekolah, pemukiman, rumah sakit, dan infrastruktur lainnya pun hancur. Kebiadaban dan kebrutalan invasi itu menimpa siapa dan apa saja, hingga bebatuan dan pepohonan tak luput darinya. 


Jeritan, rintihan dan teriakan minta tolong dari anak-anak, wanita, orang-orang tua dan penduduk Gaza umumnya, tidak mendapat jawaban yang semestinya. Para penguasa kaum Muslim, termasuk negeri sekeliling Gaza, tidak bergerak memberikan pertolongan semestinya. Mereka sibuk menghitung korban dan paling banter mengirimkan bantuan dana, pangan, obat-obatan. Namun tidak ada yang bertindak tegas menghentikan kebiadaban Israel. Padahal di tangan mereka kendali atas ratusan ribu bahkan jutaan tentara dan berbagai senjata dari semua jenis dengan segala kecanggihannya.


Palestina bukanlah satu-satunya. Di Suriah, hingga kini umat Islam harus menghadapi keganasan penguasanya sendiri, Basyar Assad. Dengan dukungan negara-negara kafir penjajah, rezim Nushairiyyah itu membantai ratusan ribu rakyatnya sendiri.


Sementara Irak dan Afghanistan masih berada di bawah penjajahan negara imperialis, Amerika Serikat. Kondisi menyedihkan juga masih terus dialami saudara-saudara kita di Pattani Thailand, Moro Philipina Selatan, Kashmir, Rohingya di Miyanmar, kaum Muslim di Afrika Tengah, China, dan lain-lain.


Semua realitas itu mengukuhkan kesimpulan bahwa umat ini memerlukan Khilafah. Dengan Khilafah, persatuan umat Islam benar-benar dapat diwujudkan dalam kehidupan. Selain ikatan aqidah, persatuan umat semakin kokoh tatkala berada dalam ikatan daulah.


Dengan Khilafah, kaum Muslimin di negeri-negeri Islam dengan segala potensinya bisa dipersatukan. Khilafah akan menjadi negara kuat yang disegani dan memimpin dunia.


Dengan Khilafah pula, umat Islam beserta agamanya terjaga. Darah, kekayaan, dan kehormatan akan terpelihara. Sebab, khalifah adalah junnah, perisai. Rasul saw bersabda:


وَإِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ


“Sesungguhnya imam itu adalah perisai, orang berperang di belakangnya dan berlindung dengannya” (HR al-Bukhari)


 Khalifah bukan hanya kebutuhan negeri-negeri Muslim yang terjajah secara fisik. 


Khilafah juga menjadi kebutuhan bagi seluruh umat Islam, termasuk negeri yang tidak dijajah secara fisik seperti negeri ini. Meskipun tidak secara fisik, namun penjajahan berlangsung dalam berbagai aspek kehidupan, seperti politik, ekonomi, budaya, pemikiran, dan peradaban. Maka, utang negara pun terus bertambah setiap tahun, sementara sebagian besar rakyatnya hidup miskin dan menderita. Ironisnya, kekayaan alam yang melimpah ruah justru dikuasai korporasi-korporasi asing. Korupsi semakin menjadi-jadi, kriminalitas merajalela, kemungkaran dan kemaksiatan lainnya semakin liar dan tak terkendali.

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post