Satu Bunga Telah Merdeka


Aminudin Syuhadak

مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُم مَّن قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُم مَّن يَنتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya)”(TMQ 33 : 23)

Dengan keyakinan dan pengakuan atas kehendak Allah SWT Yang Maha Kuasa, telah gugur satu per satu pengemban dakwah yang tulus.

Mereka adalah diantara para hamba Allah SWT yang setia dalam dakwah dimana Allah adalah pelindung Dakwah yang kami cintai.

Allah SWT telah memanggil mereka. Sedangkan Masa hidupnya dihabiskan dalam ketaatan kepada Allah (SWT) berdakwah untuk melanjutkan kehidupan Islam secara kaffah.

Mereka seperti mercusuar dalam aktivitasnya mengemban dakwah dengan menghadapi tantangan dengan sabar dan tidak pernah goyah hingga hari-hari terakhirnya saat sakit keras. Mereka adalah teladan dalam menjalani kepahitan hidup, tetap istiqomah menasehati rezim yang tidak adil di manapun mereka berada, sembari berucapan “Ya Allah, izinkan kami untuk menyaksikan berdirinya Fajar Kemenangan Islam.”

Sesungguhnya para pejuang Islam, apapun yang sudah dideritanya dan yang masih terus saja terjadi, baik berasal dari pemerintah maupun yang lain, di berbagai negeri, tetap tidak akan menyebabkan mereka mengadopsi metode lain, selain metode Rasul SAW. Yaitu metode yang tegak berdasarkan aktivitas pergolakan pemikian (ash-Shiro’ al-Fikri) dan perjuangan politik (al-Kifah as-Siyasi), sebagai jalan untuk meraih cita-citanya, yaitu melanjutkan kembali kehidupan Islam dengan menegakkan Islam kaffah yang berjalan berdasarkan manhaj kenabian. 

Maka mereka tidak akan pernah terseret arus di belakang fitnah sektarian. Mereka juga tidak akan pernah mengambil cara-cara fisik, apapun penderitaan yang menimpanya. Mereka tidak akan pernah bermanis muka, dengan menjilat penguasa. Mereka tidak akan pernah ikut serta dalam aktivitas politik yang dimotori oleh kaum Kafir agressor. Tidak ada tawar menawar dalam masalah agama Allah. Kami tidak akan menambah kecuali kami katakan: Cukuplah Allah sebagai penolong dalam kondisi apapun yang menimpa kami (hasbunaLlah fi ma ashabana).

Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali. (Qs. Al-Baqarah [2]: 156)

Kami memohon kepada Allah SWT untuk memberikan rahmat-Nya kepada mereka, untuk menerima amalnya dengan baik, dan untuk mengkaruniakan kepadanya Jannatul Al-Firdaus bersama para nabi dan orang-orang yang siddiq, dan memberikan ganjaran pahala kepadanya dan kepada semua Muslim dengan pahala yang terbaik.


 

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post