Islamofobia Berujung Kematian




 Oleh Asma Ramadhani (Siswi SMAIT Al Amri)


Setelah beberapa waktu terakhir masyarakat disibukkan oleh berbagai masalah yang kian bercabang, kini kembali terjadi kriminalisasi akibat islamofobia. Fakta yang datang dari Kanada, polisi di Provinsi Ontario mengatakan, seorang pengemudi dengan sengaja menyerang satu keluarga dengan alasan karena mereka muslim, menewaskan empat orang dan melukai serius seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun. 


Serangan itu dikecam sebagai "tindakan kebencian yang tak bisa diungkapkan", selain bersikap islamofobia atau istilah kejiwaan untuk ketakutan dengan pemeluk agama Islam. Serangan itu terjadi ketika meningkatnya kekhawatiran tentang serangan islamofobia di provinsi-provinsi di seluruh Kanada dan seruan yang meluas kepada pihak berwenang untuk mengatasi rasisme, kekerasan yang dimotivasi oleh kebencian oleh kelompok sayap kanan.


Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan insiden itu "mengerikan" dan menggambarkan  sebagai "tindakan kebencian".


Tak cukup kecaman dari pemerintah setempat, tindak teror islamofobia harus dihentikan dengan hukum yang benar-benar menyelesaikan dan menjamin tidak terjadi kekerasan untuk menjatuhkan martabat umat islam. Selama akar hukum yakni sistem yang menguasai dunia masih berpatokan pada nafsu manusia, mustahil bagi siapa pun untuk menghapus tuntas tinta kebencian terhadap Islam.


Asas kebebasan yang dibanggakan sistem demokrasi telah berakibat tak pantas. Islam yang seharusnya dimuliakan dan dijaga justru dihinakan. Islam sebagai agama samawi yang sempurna, yang merupakan rahmat bagi seluruh alam, adalah amanah yang telah Allah berikan kepada setiap muslim.


Oleh karena itu, hanya kepemimpinan Islam yang mampu menghentikan kekerasan dan mengangkat kehormatan Islam di mata dunia. Dan kembalinya kepemimpinan Islam inilah yang patut diperjuangkan. Serta menjadi kewajiban bagi kaum muslim.

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post