JANGAN BUNGKAM KRITIK


 Aminudin Syuhadak (Direktur LANSKAP)


Viralnya kritikan dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia atau BEM UI melontarkan kritik pada Presiden Jokowi menarik perhatiqn publik. BEM UI menyebut Jokowi sebagai king of lip service.


Tentu BEM UI memiliki alasan mengapa menyebut Jokowi sebagai the king of lip service. BEM Universitas Indonesia menilai Jokowi seringkali mengobral janji tapi tidak ditepati.


Menurut saya sikap kritis mahasiswa adalah hal baik selama sesuai dengan standar hukum Islam. Tindakan represif tersebut semakin membuktikan bahwa kampus saat ini menjadi ruang yang anti demokrasi. Namun kita paham berbagai aspirasi dan tuntutan mahasiswa kadangkala terbentur dengan kekerasan hingga kriminalisasi oleh pihak kampus. Adapun kritik BEM UI  ini merupakan langkah maju bagi perjuangan mahasiswa dan perjuangan di kampus melakukan kontrol politik.


Kritik melalui medsos maupun aksi demonstrasi adalah hak politik seluruh rakyat Indonesia, termasuk dalam menyikapi kinerja Presiden. mahasiswa tidak boleh dihalangi, Justru seharusya mendapat perlindungan hukum agar aspirasi dapat tersampaikan. Kritik kepada Presiden sangat layak dan penting untuk dilakukan. Bahkan rakyat Indonesia harus melakukannya di seluruh kota. Pasalnya selama memimpin di periode pertamanya, Jokowi telah terbukti gagal dalam menyejahterakan rakyat. Perampasan dan monopoli tanah semakin meluas menyebabkan petani Indonesia hidup makin miskin, klas buruh terus dirugikan dengan UU Omnibuslaw, dsb. Liberalisasi SDA merugikan rakyat, hingga melambungnya biaya pendidikan.


Mengguatnya tindakan zalim berupa, intimidasi, teror, bahkan kekerasan fisik, kriminalisasi di kampus-kampus akan terus terjadi di tengah kondisi krisis yang beriringan dengan perjuangan rakyat yang terus bergerak maju. 


Oleh karennya, para mahasiswa harus merapatkan barisan, menghimpun kekuatan dan memajukan perjuangan untuk memukul mundur kezaliman dari kampus dan Indonesia.


Atas dasar itu,  pihak kampus UI jangan sampai melakukan tindakan represif kepada para mahasiswa. Sebaliknya pihak kampus hendaknya mendukung kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat melalui berbagai kebijakannya.


Kita semua tentu mengecam segala bentuk tindakan zalim anti kritik, tolong berikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk berorganisasi, menyampaikan kritik kepada penguasa di dalam kampus.


jangan sampai adanya kriminalisasi dan 'monsterisasi' kritik, membuat orang takut terhadap sesuatu yang seharusnya tidak ditakutkan. Dikhawatirkan terjadi kecenderungan tidak akan berani untuk mengkritik. Sebab ketika mahasiswa mengkritik penguasa seolah-olah seorang penjahat.


Kita menyeru kepada para praktisi hukum, akademisi dan ahli hukum untuk turut serta melakukan pembelaan terhadap segala potensi kriminalisasi kritik dan aktivisnya.

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post