Kepemilikan Umum Pilar Paling Penting Dalam Ekonomi Islam


 


Hadi Sasongko (Direktur POROS)


Kepemilikan umum, hukum-hukum dan rinciannya termasuk pilar paling penting ekonomi Islam. Pemasukan kepemilikan umum untuk negara dianggap sebagai pemasukan paling banyak dan penting karena mencakup sumber-sumber terbesar pendanaan. Telah terbukti bahwa kepemilikan-kepemilikan ini merupakan kekayaan finansial paling besar yang memberi kemampuan kepada negara. Pemasukan-pemasukan kepemilikan umum digunakan untuk pembelanjaan terhadap apa yang wajib bagi masyarakat dan menjadi hak masyarakat.


Di antara hak paling penting yang wajib dijamin untuk umat secara sempurna adalah pendidikan, pemeliharaan kesehatan, keamanan pangan, keselamatan dan kebersihan lingkungan; juga berbagai sarana komunikasi dan apa saja yang menjadi fasilitas publik seperti jalan, bandara, pelabuhan, dsb. Semua itu merupakan hak masyarakat, yakni milik umat secara umum dan bukan milik individu tertentu. Rasul saw bersabda:


مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، آمِنًا فِي سِرْبِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا


Siapa dari kalian yang bangun pagi, dia sehat badannya, aman pada minumannya, punya makanan untuk hari nya, maka seakan dia telah diberi dunia (HR al-Bukhari, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan al-Baihaqi).


Jadi, Rasul saw. menetapkan keamanan, kesehatan dan makanan sebagai hak masyarakat dan harus disediakan. Harta-harta milik umum adalah harta-harta milik masyarakat. Karena itu untuk masyarakat itu lebih utama dibelanjakan dari hartanya sebelum dibelanjakan dari harta individu.


Demikian juga, Rasul saw. telah memikulkan kepada masyarakat tanggung jawab memberi makan orang yang kelaparan dalam kondisi di tengah umat masih ada orang yang tidak ada yang menanggung nafkah dan memenuhi kelaparannya. Rasul saw bersabda:


…وَأَيُّمَا أَهْلُ عَرْصَةٍ أَصْبَحَ فِيهِمْ امْرُؤٌ جَائِعٌ فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُمْ ذِمَّةُ اللَّهِ تَعَالَى


Penduduk negeri manapun yang berada pada pagi hari, sementara di tengah mereka ada orang yang kelaparan, maka jaminan Allah telah lepas dari mereka (HR Ahmad, al-Hakim dan Abu Ya’la).


Islam telah menetapkan harta sebagai milik masyarakat yang bisa masyarakat belanjakan untuk kepentingan itu. Dari sini, harta milik umum adalah jaminan hakiki untuk mencegah kemiskinan dan kelaparan dalam Daulah Islamiyah.


Keamanan adalah hak masyarakat. Karena itu harus disediakan keamanan baik keamanan dalam negeri dengan melindungi hak milik masyarakat, harta dan jiwa mereka; atau keamanan luar negeri dengan melindungi mereka dari musuh. Merealisasi keamanan perlu harta. Harta milik umum lebih utama dibelanjakan atas keamanan umat, baik pembelanjaan itu untuk mengadakan iron dome yang menghalangi jatuhnya rudal terhadap negeri kaum Muslim, ataupun mengadakan sistem keamanan canggih melibatkan jaringan komputer raksasa atau lainnya.


Pemeliharaan kesehatan merupakan hak masyarakat. Rasul saw. telah menjelaskan dengan sabda beliau “mu’âfâ fî badanihi (sehat badannya)”; bahwa kesehatan badan termasuk yang wajib (disediakan) bagi manusia di masyarakat. Itu berarti, wajib disediakan pemeliharaan kesehatan secara sempurna melalui rumah sakit-rumah sakit dan dibelanjakan harta atas penelitian ilmiah dan penyediaan alat-alat kesehatan dengan berbagai jenisnya. Penyediaan pemeliharaan kesehatan secara sempurna tidak akan terealisasi kecuali jika untuk itu dibelanjakan dari harta milik umum yang memungkinkan negara menutupi kebutuhan masyarakat itu.


Pendidikan juga merupakan hak manusia di masyarakat. Negara harus menyediakan berbagai fasilitas pendidikan, membiayai berbagai pusat research and development (R&D) dan pusat-pusat penyiapan para peneliti, menyiapkan metode pembelajaran dan membangun berbagai universitas. Rasul saw. membelanjakan bagi pendidikan para sahabat dari harta fa‘i dan sabiy setelah Perang Badar.


Jihad adalah wajib bagi umat. Jihad tidak bisa dilaksanakan dengan benar tanpa pembelanjaan dari harta milik umum. Jihad memerlukan industrialisasi militer, penelitian dan pengkajian tentang berbagai persenjataan strategis dan senjata penangkis serta industri luar angkasa. Allah SWT berfirman:


وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ


Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi (QS al-Anfal [8]: 60).


Seruan ini adalah untuk masyarakat. Artinya, umat harus membelanjakan hartanya dan menyiapkan berbagai persiapan yang mencukupi untuk merealisasi tujuan jihad.


Harta milik umum juga dibelanjakan untuk pengembangan dan eksploitasi harta milik umum serta menyiapkan bahan-bahan dan produk yang termasuk milik umum. Produksi migas dan penyulingannya melalui fasilitas kilang memerlukan proyek-proyek besar yang bisa dibiayai dari harta milik umum. Industri pesawat tempur, kapal perang, kapal induk pengangkut pesawat juga dibiayai dari harta milik umum karena industri-industri ini dinilai termasuk kepemilikan umum. Demikian juga, pembangkit energi untuk penerangan jalan, fasilitas umum dan menyuplai industri umum dengan energi, semuanya bagian dari kepemilikan umum. Pembangkit listrik dengan berbagai jenisnya baik tenaga nuklir, tenaga air, tenaga surya, tenaga angin serta penelitian, pengembangan dan inovasi yang dibutuhkan, semuanya dibiayai dari harta milik umum.


Atas dasar itu, apa yang wajib bagi umat atau menjadi hak umat maka semuanya dibiayai dari harta milik umum, seperti keamanan dengan berbagai bentuknya, pemeliharaan kesehatan, pendidikan dan makanan. Semua fasilitas milik umum maka dibiayai dari harta milik umum seperti pelabuhan, bandara, rel kereta, komunikasi nirkabel, jalan dan sebagainya. Semua komoditi kepemilikan umum dan alat-alat yang diperlukan untuk industrialisasinya maka produksinya dibiayai dari harta milik umum, seperti industri pesawat, mobil, kereta, turbin dan pembangkit.


Industri mengambil hukum apa yang diproduksi dari sisi kepemilikan. Karena itu pendanaan dari sisi pembiayaannya juga mengikuti hukum kepemilikan tersebut. Apa yang merupakan bagian dari kepemilikan umum baik pada asalnya atau pada saat produksinya maka pendanaan dan pembelanjaan atasnya berasal dari harta milik umum.

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post