Sikap Dasar Yang Harus Dibentuk Orangtua, Kepada Anak-Anaknya


 Romadhon Abu Yafi (Bengkel IDE)


Akhlak adalah perangai yang dibentuk. Karena itu anak memerlukan pendidikan akhlak, agar aktivitas sosial mereka terhindar dari penyimpangan serta kesalahan. Anak sangat memerlukan pihak yang memperhatikan perilakunya. Mereka tumbuh sesuai dengan pembiasaan yang dilakukan oleh orangtuanya.  Perangai buruk seperti menyendiri, emosional, ceroboh, temperamental, serakah dan sebagainya adalah bentukan pendidik.


Begitupun perangai yang baik semisal sopan, peduli, dermawan, bijak, jujur dan sebagainya adalah bentukan pendidik. Oleh karena itu, jika pendidikan akhlak tidak diberi perhatian serius, perangai buruk akan menjadi masalah sebagaimana yang terjadi pada remaja dewasa ini.


Dalam pendidikan akhlak, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan. Adab (baik saat bergaul dan berinteraksi) adalah prioritas dalam pendidikan akhlak.  Dari adab yang baik akan lahir kebiasaan baik dan perilaku terpuji, yang melahirkan amal salih. Adab yang buruk akan merusak pola pikir yang melahirkan kebiasaan buruk, membentuk perilaku hina dan rendah serta melahirkan amal-amal buruk lainnya.


Dalam hal ini, orangtua adalah contoh pertama, karena mereka adalah pendidik pertama.  Ajaklah anak untuk mendatangi ulama dan belajar dari mereka adab dan menjalankan nasihat mereka. Beberapa adab yang wajib diajarkan kepada anak adalah adab terhadap orangtua, bagaimana cara memanggil mereka dan memandang orangtua; adab terhadap orang yang berilmu, terhadap orang yang lebih tua; adab berinteraksi dengan sesama Muslim; adab dengan tetangga, meminta izin dalam berbagai hal (izin memasuki rumah orang, izin penggunaan hak milik orang, dan sebagainya); adab dalam berpenampilan; dan sebagainya.


Termasuk perilaku mendasar yang harus dibentuk pada anak adalah sikap amanah.  Setiap anak harus memiliki sikap amanah. Rasulullah saw. telah menegaskan tanggung jawab seorang anak atas amanah yang dia pikul. Rasulullah saw. tidak segan-segan untuk memberi sanksi kepada anak yang mengkhianati amanah dengan menjewer telinga anak tersebut.  


Imam an-Nawawi menyebutkan dalam kitab Al-Adzkar: Kami meriwayatkan dalam kitab Ibnu Sinni dari Abdullah bin Bisir ash-Shahabi ra. Yang berkata: “Ibuku pernah menyuruh aku menemui Rasulullah saw. dengan membawa setandan anggur. Namun, aku memakan sebagian anggur itu sebelum menyampaikan-nya kepada Rasulullah saw.  Tatkala aku sampai di hadapan Rasulullah saw., beliau menjewer telingaku sambil berkata, ‘Wahai yang mengkhianati janji.’”


Begitupula tentang akhlak menjaga rahasia orang lain, menjaga kedengkian dan iri hati, serta jujur adalah sikap dasar yang harus dibentuk pada anak. Oleh karenanya orang tua sangat berperan dalam membetuk akhlaq anak - anaknya.

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post