Tudingan Negatif Pada Ajaran Islam Khilafah


 Ahmad Rizal (Direktur ELFIKRA)


Di tengah - tengah umat masih banyak pertanyaan bahkan cap negatif yang kembali ditempelkan pada ide khilafah, bahwa Khilafah akan memecah-belah bangsa. Hal ini termasuk kesalahpahaman terhadap ajaran ini. 


Bisa jadi di tengah-tengah umat ada upaya dari apa yang sering kita sebut “monsterisasi” ajaran Islam. Siapapun pasti akan merasa takut bila mendengar pernyataan seperti itu. Padahal substansi Khilafah itu ada tiga. Pertama: ukhuwah. Khilafah akan menyatukan umat Islam seluruh dunia. Jadi, alih-alih memecah-belah bangsa, Khilafah justru akan memperkuat persatuan, bukan hanya di antara bangsa Indonesia, tetapi juga dengan bangsa dari negeri Muslim lain. Itulah mengapa dulu HTI sangat keras menentang jajak pendapat yang hendak dilakukan di Timor Timur karena pasti akan membuat propinsi termuda itu bakal lepas dari kesatuan wilayah Indonesia. Benar saja, setelah jajak pendapat itu Timor Timur benar-benar lepas.


Kedua: syariah. Khilafah ditegakkan untuk menerapkan syariah Islam secara kaffah. Dengan itu akan terwujud kerahmatan Islam yang telah dijanjikan oleh Allah SWT. Mengatakan bahwa syariah akan memecah-belah bangsa, apalagi bila itu dikatakan oleh seorang Muslim, adalah sebuah kebodohan yang tak termaafkan. Bagaimana bisa mereka mengatakan seperti itu, sementara faktanya justru sistem sekular-kapitalis-liberal itulah yang telah membuat negara ini selalu dalam himpitan berbagai persoalan yang tak berkesudahan dalam semua aspek kehidupan? Mengapa mereka tidak mengatakan bahwa sistem sekuler itulah yang telah merusak bangsa dan negara ini?


Ketiga: dakwah. Khilafah ditegakkan untuk mendakwahkan Islam ke seluruh dunia. Berkat dakwah yang dilakukan oleh Khilafah pada masa lalu, Islam bisa sampai ke negeri ini. Sebagian dari para ulama yang disebut walisongo adalah utusan Khalifah yang dikirim untuk berdakwah di negeri ini. Kerajaan Islam pertama di Nusantara, Samudera Pasai, adalah bukti nyata bagaimana dakwah Islam melalui Khilafah mempengaruhi perkembangan sosial politik di kawasan Serambi Makkah. Bukan hanya di wilayah Aceh, kekuasaan politik Islam juga berdiri di berbagai tempat di Jawa (Kesultanan Cirebon, Demak, Mataram, Gresik dan lainnya), juga di kawasan Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku. Jadi, bagaimana bisa disebut Khilafah ini memecah belah bangsa? Mestinya, kafir penjajah itulah yang harus dituding sebagai pemecah-belah bangsa, karena faktanya setelah kedatangan penjajah itu negeri yang semula hidup damai menjadi hancur berantakan.

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post